Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KOPDES MP · 28 Jun 2025 10:57 WIB ·

Kopdes Merah Putih: Dua Juta Lapangan Kerja Baru!


					Kopdes Merah Putih: Dua Juta Lapangan Kerja Baru! Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, optimistis program Koperasi Desa Merah Putih akan menciptakan dua juta lapangan kerja baru. Target ambisius ini disampaikan Zulkifli dalam acara Kick Off Pelatihan Capacity Building Sumber Daya Manusia dan Penguatan Kelembagaan Kopdes Merah Putih pada Rabu, 25 Juni 2025. “Dari koperasi ini kami perkirakan akan ada 2 juta pekerjaan baru,” tegas Zulkifli.

Pemerintah merancang penciptaan lapangan kerja ini melalui enam unit usaha strategis yang berfokus memutus rantai distribusi dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa. Keenam unit tersebut meliputi:

  • Agen Pupuk: Memangkas jalur distribusi dan menghentikan praktik rente yang merugikan petani.
  • Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg: Menjamin akses energi dasar sekaligus memberikan margin keuntungan bagi koperasi.
  • Agen Sembako: Memangkas hingga delapan jalur distribusi agar harga sembako lebih terjangkau bagi masyarakat desa.
  • Agen Pusat Layanan Pos dan Bantuan Pemerintah: Mempermudah penyaluran bantuan secara langsung kepada masyarakat.
  • Layanan Perbankan: Menggandeng bank-bank BUMN seperti BRI, BNI, dan Mandiri untuk memperluas inklusi keuangan hingga ke desa.
  • Klinik dan Apotek Skala Kecil: Menghadirkan layanan kesehatan dasar dan akses obat-obatan esensial di desa.

Zulkifli menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola koperasi menjadi kunci utama kesuksesan program ini. “Kunci sukses ini adalah dari kualitas SDM yang akan mengelola, karena infrastruktur mulai dari pembentukan secara badan hukum sudah dibantu pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah memberikan pelatihan menyeluruh kepada para pengelola koperasi, mencakup pemahaman unit usaha, teknologi informasi, hingga penyusunan proposal permodalan. Zulkifli juga menegaskan bahwa program ini bukan bagian dari bantuan sosial (bansos) dan tidak menggunakan dana APBN. “Ini bisnis, bukan bansos, bukan APBN. Dana Kopdes ini dari plafon pinjaman. Bisa dipakai, bisa tidak, tergantung jalannya usaha,” jelas Zulkifli.

Lebih dari 80 ribu Kopdes Merah Putih telah terbentuk, dengan 65 ribu di antaranya sudah berbadan hukum. Pemerintah menargetkan legalitas seluruh koperasi tuntas pada akhir Juni 2025.

Pemerintah menjadwalkan peluncuran kelembagaan Kopdes pada 12 Juli 2025. Selanjutnya, akan dilakukan pendampingan model bisnis selama Agustus hingga September. Peresmian operasional penuh koperasi ini direncanakan pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Seni Mengolah Keterbatasan Menjadi Modal Utama Koperasi Lodoyong

20 Mei 2026 - 12:19 WIB

Modal Integritas: Senjata Rahasia Koperasi Lodoyong Dobrak Pasar

20 Mei 2026 - 06:31 WIB

Kunci Sukses Koperasi Lodoyong: Pilih Figur Pemimpin yang ‘Ceto’

19 Mei 2026 - 19:22 WIB

Siasat Titip Jual Koperasi Lodoyong: Bisnis Minim Modal Hasil Maksimal

19 Mei 2026 - 09:26 WIB

Strategi Hadapi Perang Dagang Akar Rumput Versi Koperasi Lodoyong

18 Mei 2026 - 13:48 WIB

Trending di KOPDES MP