Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 26 Feb 2026 13:35 WIB ·

Payakumbuh Jadi Motor Baru Ekonomi Sumatera Barat 2026


					Payakumbuh Jadi Motor Baru Ekonomi Sumatera Barat 2026 Perbesar

Payakumbuh, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kota Payakumbuh kini resmi dibidik sebagai “kawasan pertumbuhan baru” yang akan menyokong ekonomi Sumatera Barat. Dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu (25/2/2026), Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa geliat ekonomi 24 jam di kota ini merupakan modal vital untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi provinsi yang saat ini berada di angka 3,37 persen.

Gubernur Mahyeldi menyoroti fenomena unik Payakumbuh yang tetap hidup hingga dini hari. Aktivitas kuliner yang tak pernah tidur serta menjamurnya lembaga pendidikan pesantren menjadi magnet kedatangan orang dari luar daerah. “Ini luar biasa. Malam hari tetap hidup. Dampak ekonomi dari kunjungan wali santri dan penikmat kuliner sangat signifikan bagi perputaran uang di sini,” ujarnya.

Hilirisasi Rendah dan Dana Pembangunan Lokal
Fokus utama pembangunan tahun 2026–2028 adalah memastikan peredaran uang dari proyek infrastruktur tidak “lari” ke luar daerah. Mahyeldi memberikan instruksi tegas agar setiap dana pembangunan yang masuk ke Sumbar, termasuk pengembalian Dana Transfer ke Daerah (TKD), harus menyerap tenaga kerja dan material lokal.

Strategi ini dibarengi dengan penguatan hilirisasi agroindustri, terutama industri rendang Payakumbuh. Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) modern akan dioptimalkan untuk memenuhi standar ekspor. “Hilirisasi ini sudah masuk dalam RPJPD kita. Kita ingin masyarakat lokal menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton di tanah sendiri,” tambah Mahyeldi.

Benteng Bencana dan Konektivitas Transportasi
Selain ekonomi, sinkronisasi penanggulangan bencana menjadi agenda mendesak. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menjelaskan posisi strategis kotanya sebagai penghubung Sumbar-Riau. Meski relatif aman dari bencana besar, keberadaan tiga sungai yang membelah kota tetap menuntut kesiagaan terhadap potensi banjir.

Untuk mendukung transformasi pariwisata, Pemprov Sumbar dan Pemko Payakumbuh tengah merancang penguatan konektivitas transportasi dengan Kabupaten Limapuluh Kota. Sistem transportasi yang lebih aman dan nyaman diharapkan mampu mengintegrasikan kawasan wisata kuliner Payakumbuh dengan destinasi alam di sekitarnya, sehingga menciptakan ekosistem wisata yang tangguh dan berkelanjutan.

Langkah sinkronisasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi Payakumbuh untuk bertransformasi dari sekadar kota transit menjadi pusat industri pengolahan dan jasa yang mandiri di tengah Pulau Sumatera.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Ratusan Anak Tumbang, Borok Dapur Makan Bergizi Gratis Sumbar Terbongkar

13 Oktober 2026 - 06:05 WIB

Nestapa di Koto Sani: Bibit Nila Diberi Pakan Lele

11 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Skor MCSP Anjlok, KPK Endus Celah Korupsi Sumbar

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Indeks Pengawasan Anjlok, Sumbar Perketat Anggaran Bencana

9 Oktober 2026 - 08:18 WIB

HUT ke-81 TNI: Perkuat Sistem Pertahanan Berbasis Nagari

5 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Trending di KABAR PEMDA