Kendal, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Di saat banyak desa masih bergulat dengan urusan administratif, Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, justru melakukan gebrakan nyata dalam kesejahteraan warga. Tahun 2026 ini, Pemerintah Desa Sriwulan resmi membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp1 juta kepada setiap Kepala Keluarga (KK). Dana segar ini bukan berasal dari subsidi pemerintah, melainkan murni hasil kemandirian pengelolaan Wisata Arenan Kalikesek.
Pembagian THR yang dijadwalkan pada Rabu (11/3/2026) ini mencakup 255 KK serta warga pendatang yang telah berdomisili lebih dari enam bulan. Langkah ini membuktikan bahwa desa wisata yang dikelola dengan serius dapat menjadi mesin ekonomi yang kuat bagi masyarakat pedesaan.
Kenaikan Berjenjang: Bukti Kelolaan yang Sehat
Program “THR Desa” ini bukanlah aksi instan. Ini adalah tahun ketiga Desa Sriwulan memanjakan warganya. Menariknya, nilai THR terus merangkak naik seiring pertumbuhan pendapatan desa: dari Rp500 ribu di tahun 2024, Rp750 ribu di tahun 2025, hingga mencapai puncaknya Rp1 juta di tahun 2026.
Sekretaris Desa Sriwulan, Nur Abidin, mengungkapkan bahwa pendapatan Wisata Kalikesek tahun 2025 melonjak drastis hingga tembus Rp1,4 miliar. “Peningkatan pendapatan ini langsung kami kembalikan ke warga. Selain THR, dana ini juga kami gunakan untuk perbaikan jalan, bantuan sosial warga sakit, hingga beasiswa siswa berprestasi,” jelasnya.
BUMDes: Jantung Ekonomi Desa Sriwulan
Keberhasilan ini tak lepas dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kini memiliki enam unit usaha. Mulai dari pengelolaan sampah, koperasi simpan pinjam, hingga jasa persewaan. Namun, Wisata Arenan Kalikesek tetap menjadi primadona dengan kunjungan mencapai 1.000 wisatawan pada hari biasa.
| Tahun | Pendapatan Wisata | Nilai THR Per KK |
| 2024 | Rp1 Miliar | Rp500.000 |
| 2025 | Rp1,4 Miliar | Rp750.000 |
| 2026 | Target Meningkat | Rp1.000.000 |
Mimpi Besar Tahun Depan: BPJS Gratis
Visi Pemerintah Desa Sriwulan tidak berhenti pada uang tunai. Nur Abidin menegaskan target tahun depan adalah mewujudkan proteksi kesehatan total. “Target kami tahun depan, selain THR tetap jalan, kami ingin menanggung seluruh iuran BPJS Kesehatan warga dari kas desa,” tegasnya.
Meski demikian, pengelola wisata berharap ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kendal, terutama terkait akses jalan menuju lokasi yang saat ini masih sempit. Perlebaran akses jalan dianggap sebagai kunci utama agar potensi ekonomi dari Wisata Kalikesek bisa tumbuh dua kali lipat lebih besar.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.