Klaten, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, mendobrak tradisi ekonomi desa dengan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warganya. Bukan dari kas negara, sumber dana “angpao” Lebaran ini murni berasal dari keuntungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa desa yang mandiri secara ekonomi mampu menyejahterakan warganya tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pusat.
Pada pembagian perdana yang berlangsung Rabu (11/3/2026), setiap warga yang sudah memiliki KTP Sidowayah atau berusia di atas 17 tahun menerima uang tunai Rp150 ribu dan beras kualitas super seberat 5 kilogram.

Kedaulatan Pangan dari Keuntungan Wisata
Kepala Desa Sidowayah, Mujahid Jariyanto, merinci bahwa total dana yang digelontorkan mencapai Rp375 juta untuk uang tunai dan sekitar 12,5 ton beras. Keberhasilan ini adalah buah manis dari pengelolaan objek wisata dan unit usaha di bawah BUMDes yang produktif sepanjang tahun.
“Harapan kami, ke depan seluruh 3.038 warga Sidowayah bisa ter-cover sepenuhnya. Selain THR, keuntungan BUMDes juga dialokasikan untuk membiayai iuran BPJS warga yang tercoret dari bantuan pemerintah serta penggratisan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” jelas Mujahid.
Dampak Nyata: Baju Baru dari Hasil BUMDes
Kegembiraan warga terlihat jelas di Balai Desa Sidowayah. Ningsih, salah satu warga, mengaku keluarganya membawa pulang total 15 kilogram beras dan uang tunai Rp450 ribu karena ada tiga anggota keluarga yang sudah dewasa. Uang tersebut rencananya akan langsung dibelanjakan untuk keperluan Lebaran, seperti baju baru.
“Alhamdulillah, baru tahun ini merasakan punya desa seseru ini. Semoga objek wisatanya makin maju biar tahun depan ada lagi,” ujar Ningsih semringah.
| Rincian Paket THR | Jumlah per KTP | Total Alokasi Desa |
| Uang Tunai | Rp150.000 | ± Rp375 Juta |
| Beras | 5 Kilogram | ± 12,5 Ton |
| Syarat Penerima | Warga KTP Sidowayah | Usia minimal 17 tahun |
Desa Sidowayah: Role Model Kemandirian
Apa yang terjadi di Sidowayah adalah pesan kuat bagi ribuan desa lain di Indonesia: BUMDes bukan sekadar papan nama. Jika dikelola secara profesional, unit usaha desa bisa menjadi mesin uang yang manfaatnya kembali langsung ke kantong masyarakat. Desa Sidowayah kini bukan lagi sekadar titik di peta Klaten, melainkan mercusuar kemandirian ekonomi desa di era modern.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.