Jember, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Era laporan keuangan manual yang lambat kini mulai ditinggalkan. Di Aula Kantor Kepala Desa Wonorejo, Rabu (4/3), para pengurus BUMDes se-Kecamatan Kencong mulai melompat lebih jauh dengan mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan sistem akrual untuk mengelola Dana Desa 2025.
Pelatihan intensif ini berfokus pada akuntabilitas modal ketahanan pangan yang bersumber dari 20% Dana Desa. Tujuannya tegas: memastikan setiap rupiah yang disertakan desa dapat dipertanggungjawabkan dengan presisi digital sebelum diaudit oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Beralih dari Kas ke Akrual: Standar Profesional
Narasumber teknis, Dian, menegaskan bahwa BUMDes tidak lagi bisa hanya sekadar mencatat uang masuk dan keluar (basis kas). Transformasi ke sistem pencatatan akrual menjadi harga mati agar laporan keuangan mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.
“Setiap transaksi kini dicatat berdasarkan kejadiannya. Ini membuat BUMDes lebih profesional dan setara dengan standar perusahaan modern,” jelas Dian. Untuk mendukung akurasi tersebut, para peserta dipandu langsung menggunakan aplikasi akuntansi dari PKN STAN.
Sentuhan AI dalam Administrasi Desa
Yang menarik, efektivitas administrasi kini dipangkas melalui teknologi masa kini. Fourzan, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Jember, memperkenalkan penggunaan AI melalui platform rumahbumdes.id yang terintegrasi dengan ChatGPT.
Simulasi penggunaan AI ini bertujuan membantu pengurus BUMDes menyelesaikan kendala administrasi dan penjurnalan transaksi secara lebih cepat dan cerdas. Inovasi ini menempatkan Kencong sebagai salah satu pelopor digitalisasi administrasi desa di wilayah Jember.

Target Evaluasi dalam Sepekan
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai teori satu hari. Menggunakan sistem dua tahap, peserta kini memegang “PR” besar untuk menyelesaikan pencatatan transaksi mandiri.
“Kami beri waktu satu minggu untuk implementasi hasil kerja mandiri. Tahap kedua minggu depan adalah momen evaluasi total,” tegas Anton, Pendamping Desa Kecamatan Kencong.
Ketua Panitia, Yoni, menambahkan bahwa tertib administrasi ini adalah perisai bagi pengurus BUMDes. Dengan sistem yang transparan dan digital, BUMDes tidak perlu gentar saat menghadapi fase monitoring dan pemeriksaan resmi oleh Pemerintah Kabupaten.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.