Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA] – Angin laut di Kepulauan Selayar mungkin terasa lebih kencang menjelang Lebaran 1447 Hijriah ini, namun di Pelabuhan Bonerate, ketegasan otoritas jauh lebih terasa. Sebuah jargon sederhana namun sarat makna kini bergema di sepanjang dermaga: “Tanpa Tiket, Tak Berlayar.”
Kebijakan ini bukan sekadar urusan administratif. Ia adalah benteng keselamatan bagi ribuan pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman di tengah tantangan geografis Sulawesi Selatan.
Komitmen Tegas dari Meja Koordinasi
Langkah progresif ini dimatangkan dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jampea Wilayah Kerja Bonerate, Selasa (17/3/2026). Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Petugas Wilker Bonerate, Ade Ilhamsyah, A.Md.Tra.
Dalam forum tersebut, Ade menekankan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas absolut yang berada di atas segala-galanya. Pengaturan tiket resmi dan sistem antrean ketat menjadi instrumen utama untuk memutus rantai praktik over kapasitas yang kerap menghantui musim mudik.
“Kami ingin memastikan setiap jiwa yang naik ke atas kapal terdata dan mendapatkan ruang yang layak. Keselamatan pelayaran tidak bisa dikompromikan dengan alasan tradisi mudik,” tegas Ade Ilhamsyah di hadapan para pemangku kepentingan.
Rekayasa Operasional: Belajar dari Pengalaman
Menjelang puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026, wajah Pelabuhan Bonerate berubah menjadi lebih tertata. Berdasarkan arahan dalam rapat koordinasi tersebut, rekayasa operasional diterapkan secara disiplin:
Sistem Sterilisasi: Portal pelabuhan ditutup hingga kapal benar-benar bersandar dengan aman guna menghindari penumpukan massa di bibir dermaga.
Zonasi Kendaraan: Penataan parkir satu arah diterapkan untuk sepeda motor di sisi jalan, sementara kendaraan roda tiga dan empat ditempatkan pada zona khusus dermaga.
Alur Penumpang: Calon penumpang wajib menunggu di area terminal dan hanya diperbolehkan naik setelah melalui verifikasi tiket dan nomor antrean yang sesuai kuota kapal.
Sinergi Lintas Sektoral
Kesuksesan mudik tahun ini bertumpu pada Posko Angkutan Laut Lebaran. Ini adalah kerja kolaboratif yang melibatkan Pemerintah Kecamatan, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, hingga relawan PMI. Sinergi ini memastikan setiap potensi kendala—mulai dari gangguan keamanan hingga kebutuhan medis darurat—dapat ditangani dengan respons cepat.
Di sisi lain, Ade Ilhamsyah juga mengingatkan para operator dan agen kapal untuk tidak main-main dengan kelaikan armada. Kelengkapan dokumen keselamatan adalah syarat mutlak yang tidak mengenal kompromi.
Mudik yang Manusiawi dan Bermartabat
Bagi masyarakat Bonerate, pulang ke kampung halaman adalah ritual sakral. Namun, melalui kebijakan “Tanpa Tiket Tak Berlayar”, otoritas pelabuhan ingin mengedukasi bahwa kenyamanan dan keselamatan adalah bagian dari martabat seorang pemudik.
Dengan sistem yang lebih tertib, transparan, dan terukur, Pelabuhan Bonerate sedang menulis standar baru bagi transportasi laut di Kepulauan Selayar. Sebuah komitmen kolektif untuk memastikan setiap pemudik tidak hanya sekadar sampai ke tujuan, tetapi sampai dengan selamat dan bahagia.

kontributor Desamerdeka.id wilayah Sulawesi Selatan. Aktif meliput isu-isu sosial, pemerintahan desa, dan dinamika pembangunan masyarakat pesisir.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.