Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten Purbalingga kini berada di ambang transformasi digital total. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), Pemkab menargetkan seluruh desa memiliki “wajah digital” resmi pada tahun ini. Langkah ini dilakukan dengan memfasilitasi pembuatan domain gratis bagi 24 desa terakhir yang selama ini belum memiliki portal informasi daring, Jumat (13/2/2026).
Upaya ini bukan sekadar mengejar angka statistik, melainkan strategi besar untuk mewujudkan kedaulatan informasi melalui program Smart Village. Dengan tambahan 24 desa ini, maka 239 desa di Purbalingga akan resmi memiliki domain .desa.id yang terintegrasi, menghapus sekat birokrasi antara pemerintah dan warga.
Kepala Dinkominfo Purbalingga, R. Budi Setiawan, menegaskan komitmennya untuk mendampingi transisi ini. “Kami siap memfasilitasi agar tahun ini tidak ada lagi desa yang tertinggal. Semua desa harus memiliki website resmi yang aktif sebagai sarana transparansi,” tegas Budi di Aula Dinkominfo.

Website Desa: Senjata Baru Keterbukaan Informasi
Mengelola website desa bukan sekadar tren, melainkan kewajiban konstitusional sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam sesi pembekalan, para perangkat desa diingatkan bahwa website adalah alat untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Di dalam portal tersebut, desa wajib menyajikan data yang “berbicara”, seperti:
- Infografis Kependudukan: Data real-time warga.
- Potensi Lokal: Promosi produk unggulan desa.
- Transparansi Anggaran: Pemanfaatan dana desa yang dapat dipantau publik.
Data-data yang diunggah secara mandiri oleh desa nantinya akan menjadi basis data utama bagi Pemkab Purbalingga dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah yang lebih akurat.

Fasilitas Gratis dan Integrasi Data
Kepala Bidang Informatika Dinkominfo, Baryati, menjelaskan bahwa 24 desa terpilih ini mendapatkan perlakuan khusus berupa fasilitasi domain gratis. Sebagai imbalbaliknya, pemerintah desa dituntut untuk konsisten memperbarui informasi dalam bentuk narasi berita yang ringkas dan informatif.
“Desa-desa ini akan menjadi percontohan integrasi data. Kami ingin website tidak hanya ada, tapi hidup dan menjadi rujukan utama masyarakat,” pungkas Baryati. Dengan sistem yang terintegrasi, Purbalingga selangkah lebih maju dalam menciptakan ekosistem birokrasi digital yang efisien, transparan, dan akuntabel.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.