Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 13 Mar 2026 02:00 WIB ·

Misteri Pantai Laja’a: Ciri Fisik Akhiri Pencarian Panjang Djafar


					Misteri Pantai Laja’a: Ciri Fisik Akhiri Pencarian Panjang Djafar Perbesar

Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA] – Kepastian sering kali datang dari detail-detail kecil yang luput dari pandangan orang asing. Bagi Rudi (28), kepastian tentang nasib ayahnya yang hilang bukan datang dari dokumen resmi, melainkan dari bentuk telinga, susunan gigi, dan jemari kaki yang terekam dalam sebuah foto jenazah. Foto tersebut akhirnya menghentikan spekulasi panjang atas penemuan mayat tanpa identitas di Pantai Laja’a, Desa Lamantu, Kepulauan Selayar, Minggu (15/2/2026).

Laki-laki yang ditemukan tergeletak di pesisir itu dikonfirmasi adalah Djafar (63), seorang petani asal Dusun Ero Wali, Desa Majapahit. Kepastian ini menjadi titik akhir dari pencarian melelahkan keluarga setelah Djafar dinyatakan hilang sejak 8 Februari lalu, sesaat sebelum memasuki bulan Ramadan.

Makam korban penemuan mayat Pantai Laja’a Selayar
Keluarga dan warga berziarah di makam Djafar setelah identitas korban penemuan mayat di Pantai Laja’a Selayar dipastikan.

Pilihan untuk Tetap Tinggal di Teewemba
Tragedi ini bermula di wilayah pesisir Teewemba, Desa Lambego. Saat itu, rekan-rekan kerja Djafar bersiap pulang ke Bonerate menggunakan jolor—perahu kayu kecil khas Kepulauan Selayar. Mereka sempat mengajak Djafar ikut serta, namun pria tua itu memilih bertahan demi menyelesaikan pekerjaan yang tersisa.

Djafar berencana menyusul dengan menumpang perahu nelayan pemanah ikan yang biasa melintas di sana. Namun, rencana itu tak pernah terwujud. Djafar tak kunjung pulang hingga berminggu-minggu, memicu kekhawatiran yang berujung pada aksi pencarian besar-besaran oleh warga melalui jalur darat dan laut.

Saksi Bisu Sebilah Parang di Jalur Wakasa
Di tengah ketidakpastian, warga menemukan sebuah petunjuk penting di wilayah Wakasa: sebilah parang. Melalui sambungan telepon dari Papua, Rudi meyakini bahwa senjata tajam tersebut adalah milik ayahnya. Penemuan ini sempat menyalakan harapan sekaligus kecemasan bahwa sang ayah berada dalam kondisi bahaya di sekitar jalur menuju Komba-Komba.

Kronologi Peristiwa Tanggal / Waktu Lokasi Terakhir
Terakhir Terlihat 8 Februari 2026 Teewemba, Desa Lambego
Penemuan Mayat 15 Februari 2026 Pantai Laja’a, Desa Lamantu
Konfirmasi Identitas Maret 2026 Melalui foto ciri fisik oleh keluarga
Penghormatan Terakhir 13 Maret 2026 Salat Ghaib di kediaman keluarga

 

Penemuan mayat di Pantai Laja’a Selayar oleh warga Desa Lamantu
Warga bersama aparat kepolisian, TNI, dan unsur pemerintah desa mengevakuasi jenazah yang ditemukan di pesisir Pantai Laja’a, Desa Lamantu, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pulang dalam Keheningan
Penemuan jenazah di Pantai Laja’a sempat menemui jalan buntu karena tidak adanya kartu identitas. Namun, insting seorang anak tak bisa berbohong. Melalui Ketua BPD Desa Lamantu, Hamsin, foto-foto penanganan awal jenazah dikirimkan kepada Rudi. Saat itulah, anatomy tubuh sang ayah “berbicara” memberikan jawaban terakhir.

KTP Djafar korban penemuan mayat Pantai Laja’a Selayar
Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Djafar, warga Dusun Ero Wali, Desa Majapahit, Kecamatan Pasimarannu, yang dipastikan sebagai korban penemuan mayat di Pantai Laja’a Selayar.

Meski Djafar telah dimakamkan di pemakaman setempat tak lama setelah ditemukan, keluarga kini telah memberikan penanda berupa nisan kayu sebagai bukti kasih sayang. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, keluarga menjadwalkan salat ghaib pada Jumat (13/3/2026). Bagi keluarga Djafar, Pantai Laja’a bukan lagi sekadar tempat penemuan mayat, melainkan saksi bisu kembalinya sang ayah ke pelukan bumi setelah pencarian panjang yang penuh air mata.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 852 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wako dan Wawako Lepas Kepulangan Pemudik Asal Pangkalpinang Menggunakan KRI Semarang-594 

28 Maret 2026 - 17:11 WIB

Anggi Putri Masipah Maju Calon BPD Dusun 2 Desa Bantarjaya, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga

28 Maret 2026 - 15:22 WIB

Tiga Tahun Menanti Setetes Air: Sidopo Krisis, Pemda Halsel Jangan ‘Tuli’ terhadap Jeritan Rakyat

28 Maret 2026 - 09:14 WIB

Denyut Nadi di Dermaga Bonerate: Perpisahan di Bawah Terik dan Harapan di Arus Balik 2026

27 Maret 2026 - 23:34 WIB

Misteri Ikan Mujair: Imigran Afrika yang Disangka Asli Blitar

25 Maret 2026 - 21:48 WIB

220 Penumpang Arus Balik Naik KM Maloli dari Bonerate

23 Maret 2026 - 15:49 WIB

Trending di RAGAM