Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 1 Jun 2025 16:36 WIB ·

Optimalisasi Perairan Sumbar: Nelayan Apresiasi Ketegasan Wagub Vasko


					Optimalisasi Perairan Sumbar: Nelayan Apresiasi Ketegasan Wagub Vasko Perbesar

Pasaman Barat [DESA MERDEKA] – Respons cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dan jajarannya terhadap laporan Komunitas Nelayan Tradisional Air Bangis terkait aktivitas ilegal mini trawl dan pukat harimau di perairan setempat menuai apresiasi. Tindakan sigap ini dianggap membawa dampak positif bagi keberlanjutan mata pencarian nelayan kecil.

Rizal, perwakilan nelayan Air Bangis, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kepemimpinan langsung Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Vasko Ruseimy, dalam menanggulangi permasalahan ini. “Operasi pertama yang dipimpin Wagub Vasko pada 12 Mei 2025 menghadapi tantangan cuaca buruk dengan gelombang tinggi yang menghalangi pelaksanaan misi,” ujar Rizal, Jumat (30/5/2025). Meskipun operasi awal belum membuahkan hasil optimal, Rizal menegaskan bahwa Pemprov Sumbar dan Wagub Vasko tetap konsisten dalam menindaklanjuti persoalan krusial ini.

Upaya berkelanjutan tersebut akhirnya membuahkan hasil positif. Pada Senin (26/5/2025), tim gabungan berhasil menangkap kapal nelayan yang menggunakan pukat harimau di perairan Sumatera Barat. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi para nelayan tradisional yang selama ini merasa dirugikan oleh praktik penangkapan ikan ilegal.

Para nelayan tradisional menyatakan harapan besar agar tindakan tegas yang dilakukan oleh Wagub Vasko, Pemprov Sumbar, kepolisian, dan instansi terkait dapat memberikan peringatan keras kepada nelayan dari luar Sumbar. “Kami berharap pelaku yang menggunakan alat tangkap terlarang tidak lagi berani memasuki perairan Sumatera Barat,” tutur Rizal dengan nada penuh harap. Komunitas nelayan Air Bangis secara khusus mengucapkan terima kasih atas gerakan yang diinisiasi oleh Wakil Gubernur mereka. Mereka juga mendoakan agar Wagub Vasko senantiasa diberikan kesehatan dan mendapat pahala dari Allah SWT atas dedikasinya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan.

Dari sisi penegakan hukum, nelayan tradisional menekankan pentingnya penangkapan kapal pengguna pukat harimau tidak dilepaskan begitu saja. “Kami berharap ini menjadi momen bersejarah dalam langkah pemberantasan aktivitas penangkapan ikan ilegal di perairan Sumatera Barat,” ujar Rizal. Harapan utama nelayan tradisional adalah agar tindakan hukum yang diterapkan dapat memberikan efek jera yang signifikan kepada para pelaku.

Mereka khawatir jika proses pembebasan dilakukan, para nelayan ilegal tersebut tidak akan merasa jera karena menganggap pelanggaran yang dilakukan tidak memiliki konsekuensi serius. “Kapal yang telah tertangkap seharusnya tidak dibebaskan lagi untuk memastikan efektivitas efek jera. Proses pembebasan akan memberikan sinyal yang salah kepada pelaku potensial lainnya bahwa mereka dapat dengan mudah terlepas dari sanksi hukum,” tegas Rizal.

Para nelayan tradisional kembali menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar, kepolisian, dan secara khusus kepada Wakil Gubernur Vasko. “Sosok Wagub Vasko adalah pemimpin yang diharapkan masyarakat Sumatera Barat karena kepeduliannya terhadap nasib nelayan kecil dan tradisional,” pungkasnya. Keberhasilan operasi penangkapan ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kepentingan nelayan tradisional yang selama ini dirugikan oleh praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dan melanggar regulasi yang berlaku. ( H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketika Regulasi Kementan Tunduk pada Kuasa Elit Gampong

23 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Sengketa Silado: Potret Luka Desa Dijajah Kapitalisme Urban

22 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Menghirup Asap, Menghitung Selisih Bantuan di Karang Mulya

13 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Retak Rumah Tangga Minang dan Tumpulnya Taji Adat

10 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Galodo Arosuka: Bantuan Perantau S3 dan Realita Ratusan Korban

6 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Darurat Kasus Kekerasan Seksual: Mengapa Jalur Damai Melanggar UU TPKS?

4 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Trending di SOSBUD