Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 3 Agu 2023 17:21 WIB ·

Zakat Berubah Jadi Beras: Revolusi Organik di Barito Kuala


					Zakat Berubah Jadi Beras: Revolusi Organik di Barito Kuala Perbesar

Barito Kuala, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] Sebanyak 25 petani di Desa Anjir Pasar Kota II membuktikan bahwa dana zakat bukan sekadar bantuan konsumtif. Melalui program “Lumbung Pangan Berkah”, kelompok petani mustahik (penerima zakat) ini berhasil melakukan panen perdana padi organik varietas Siam Karang Dukuh di atas lahan seluas 25 hektar, Kamis (3/8).

Sinergi antara Kemendes PDTT, Baznas Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala ini mengubah wajah pertanian lokal. Alih-alih bergantung pada pestisida kimia, para petani beralih sepenuhnya ke bahan alami. Hasilnya? Produktivitas melonjak dengan estimasi mencapai 100 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Kemandirian di Atas Lahan Mustahik
Program ini bukan sekadar bercocok tanam biasa. Kepala BPSDM Kemendes PDTT, Luthfiyah Nurlaela, menyebut ini sebagai langkah nyata pencapaian SDGs Desa. Budidaya organik yang diterapkan di Anjir Pasar Kota II menciptakan sistem produksi yang berkelanjutan tanpa merusak struktur tanah dengan bahan kimia sintetis.

“Budidaya padi organik jauh lebih bermanfaat karena ramah lingkungan dan produktivitasnya terjaga untuk jangka panjang. Kami berharap keberhasilan ini menjadi virus positif yang menular ke petani-petani lain,” tegas Luthfiyah saat melakukan panen perdana bersama Pj. Bupati Barito Kuala, Mujiyat.

Zakat yang Memberdayakan Ekonomi Desa
Kolaborasi dengan Baznas Kalimantan Selatan menjadi kunci transformasi status ekonomi para petani. Dari penerima manfaat (mustahik), para petani ini didorong untuk menjadi produsen pangan mandiri. Pendekatan BPPMDDTT Banjarmasin dalam mendampingi teknik budidaya memastikan bahwa setiap butir beras yang dihasilkan memiliki nilai jual lebih tinggi karena status organiknya.

Upaya ini sekaligus memperkuat posisi Barito Kuala sebagai lumbung pangan di Kalimantan Selatan. Dengan hasil panen yang melimpah dan kualitas yang lebih sehat, program ini diproyeksikan akan terus berlanjut guna mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa berbasis sumber daya lokal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 5 kali

Satu tanggapan untuk “Zakat Berubah Jadi Beras: Revolusi Organik di Barito Kuala”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lakekuan Barat Bayar Tunai Janji BLT Bagi 39 Keluarga

13 Maret 2026 - 07:51 WIB

Aksi Heroik Nelayan Lingai Kejar Kapal Kompresor di Kawasan Konservasi

12 Maret 2026 - 03:24 WIB

Skandal Desa: Damai Secara Kekeluargaan, Sanksi Etik Menanti?

11 Maret 2026 - 23:23 WIB

Investasi Langit: Cara Desa Dwitiro Cetak Generasi Qurani

11 Maret 2026 - 22:42 WIB

Baru 55 Desa di Grobogan Cairkan Dana Desa 2026

11 Maret 2026 - 17:22 WIB

Jembatan Garuda: Napas Baru Ekonomi Warga Desa Plipir

10 Maret 2026 - 22:45 WIB

Trending di DESA