Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

RAGAM · 25 Apr 2023 17:07 WIB ·

Usai Gempa 6,9 Magnitudo, 1 Dusun di Desa Simalegi Alami Blank Spot


 Usai Gempa 6,9 Magnitudo, 1 Dusun di Desa Simalegi Alami Blank Spot Perbesar

Kepulauan Mentawai ( DESA MERDEKA ) – Terdapat satu dusun di desa Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat yang hingga kini mengalami blank spot (tidak ada sinyal). Namun, SAR Mentawai belum bisa memastikan apakah hal tersebut dampak langsung dari gempa tektonik magnitudo 6,9 atau bukan. Namun, pada hari biasanya sinyal di daerah itu kurang bagus.

“Informasi dari Kepala Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat yang lebih dekat dengan episentrum gempa, tidak ada laporan korban jiwa dan kerusakan,” kata Akmal, Kepala Search And Rescue (SAR) Kabupaten Kepulauan Mentawai, dikutip dari Antara Selasa (25/4).

Akmal mengatakan saat gempa terjadi masyarakat di Bumi Sikerei mengungsi ke sejumlah lokasi evakuasi yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Berdasarkan informasi Kepala Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, yang diterima SAR Mentawai, hingga kini terdapat beberapa kepala keluarga yang masih memilih bertahan di lokasi pengungsian.

“Jadi, secara umum untuk Tua Pejat sudah berjalan aman, lancar dan masyarakat sudah beraktivitas seperti biasanya,” ujar Akmal.

Kembalinya masyarakat ke rumah masing-masing, dilakukan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami, setelah gempa bumi berkekuatan 6,9 magnitudo pukul 03.00 WIB.

Selain itu, Bandara Rokot, salah satu fasilitas vital di Kabupaten Kepulauan Mentawai tetap berjalan normal yang ditandai dengan mendaratnya pesawat Susi Air, pada pukul 07.45 WIB, setelah take off dari Kota Padang.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa tektonik yang berlokasi di laut pada kedalaman 23 kilometer dengan jarak 177 kilometer barat laut Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terjadi pada pukul 03.00 WIB, Selasa dini hari (25/4).

BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update yang awalnya 7,3 magnitudo menjadi 6,9 magnitudo.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dipulangkan, Tim Karate Malut Urung Berlaga di Kejurnas Karate Antar PPLP PPLPD dan SKO 2024 di Manado

14 Mei 2024 - 18:50 WIB

Pedagang Pasar Gamalama Kecewa Kebijakan Pemkot Ternate Beri ijin Pedagang Musiman Pasang Tenda-Tenda di Area Terminal

30 Maret 2024 - 21:32 WIB

KONGRES DESA BERSATU MENUJU INDONESIA MAJU

27 Maret 2024 - 23:24 WIB

Gus Halim: Prosedur Pengelolaan Dana Desa Perlu Aturan Lebih Baku

27 Maret 2024 - 15:22 WIB

Simetromas Mudahkan Layanan Tera Ulang, Alat UTTP di Kabupaten Banyumas

26 Maret 2024 - 21:59 WIB

Kongres Desa Bersatu

23 Maret 2024 - 07:33 WIB

Anggota kongres Indonesia bersatu seluruh Indonesia
Trending di RAGAM