Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMDA · 9 Jan 2026 05:46 WIB ·

Sinergi Lintas Instansi: Senjata Sumbar Hadapi Amukan Alam


					Sinergi Lintas Instansi: Senjata Sumbar Hadapi Amukan Alam Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di tengah ancaman bencana hidrometeorologi yang membayangi Sumatera Barat, Gubernur Mahyeldi Ansharullah melontarkan pesan kuat: stabilitas daerah tidak dibangun di atas kertas, melainkan di atas kekompakan nyata antarinstansi. Sinergi ini diklaim menjadi kunci tercepat dalam menyelamatkan warga saat situasi darurat melanda.

Hal tersebut ditegaskan Mahyeldi dalam pertemuan silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BUMN, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Taman Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Padang, Kamis (8/1/2026). Pertemuan ini menjadi bukti bahwa komunikasi informal di luar meja kantor sangat krusial untuk memangkas sekat birokrasi saat penanganan bencana dimulai.

Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Respons Cepat
Mahyeldi menyoroti bahwa kolaborasi solid antara pemerintah daerah dan Forkopimda telah terbukti efektif dalam merespons berbagai situasi darurat. Sudut pandang ini menempatkan silaturahmi bukan sebagai agenda rutin biasa, melainkan strategi mitigasi non-teknis.

“Langkah penanganan persoalan daerah, terutama bencana, bisa dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi jika kita kompak. Soliditas Forkopimda Sumbar bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri karena selalu hadir dalam setiap persoalan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Senada dengan Gubernur, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menekankan bahwa keamanan dan ketertiban daerah adalah “produk” dari komunikasi yang intensif. Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berjibaku dalam evakuasi hingga pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi baru-baru ini.

Ekonomi dan Keamanan yang Beriringan
Menariknya, pertemuan ini juga melibatkan sektor finansial seperti OJK dan Bea Cukai. Kepala Bea Cukai Sumbar, Suryana, menyatakan bahwa instansinya siap mendukung kebijakan strategis pemerintah daerah, terutama dalam memperkuat fondasi ekonomi di tengah tantangan pembangunan.

Kehadiran elemen ekonomi dan keamanan dalam satu forum menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana di Sumbar tidak hanya soal perbaikan infrastruktur, tetapi juga menjaga stabilitas daya beli dan kepercayaan pasar. Komitmen lintas sektor ini diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan, meski berada di bawah bayang-bayang risiko bencana alam.

Melalui koordinasi yang terukur, Sumatera Barat berupaya membuktikan bahwa daerah yang rawan bencana bisa tetap stabil dan produktif asalkan seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam satu irama yang sama.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Samsat Payakumbuh Jadi Barometer Integritas Pelayanan Publik Sumbar

19 Januari 2026 - 23:42 WIB

Birokrasi Rasa Korporasi: RS Hewan Sumbar Kini Berstatus BLUD

19 Januari 2026 - 21:34 WIB

Surau Bambu Talang: Simbol Kemandirian Warga Padang Pascabencana Galodo

19 Januari 2026 - 21:26 WIB

Bupati Ketapang: Desa Harus Tetap Menyala Meski Anggaran Dipangkas

19 Januari 2026 - 20:03 WIB

Tambang Ilegal Sumbar Jadi WPR: Solusi Ekonomi atau Penertiban?

19 Januari 2026 - 17:15 WIB

Bukan Sekadar Fisik, Muhidi Jadikan Masjid Benteng Moral Remaja

19 Januari 2026 - 06:31 WIB

Trending di PEMDA