Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 25 Feb 2026 07:43 WIB ·

Siasat Mahyeldi Ubah Gambir Lima Puluh Kota Jadi Emas


					Siasat Mahyeldi Ubah Gambir Lima Puluh Kota Jadi Emas Perbesar

Lima Puluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Revolusi ekonomi di Kabupaten Lima Puluh Kota kini tidak lagi hanya menjadi wacana di atas kertas. Melalui rapat koordinasi strategis di Rumah Dinas Bupati, Selasa (24/2/2026), Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong transformasi radikal pada sektor pertanian unggulan: hilirisasi gambir menjadi katekin bernilai tinggi.

Langkah ini diambil sebagai jawaban atas fluktuasi harga gambir mentah yang kerap merugikan petani. Mahyeldi menegaskan bahwa percepatan pembangunan tahun 2026 harus fokus pada nilai tambah (value added). Dengan mengolah gambir di daerah sendiri, Lima Puluh Kota tidak hanya menjual komoditas, tetapi mengekspor inovasi yang sejalan dengan visi industri nasional.

Sinkronisasi: Dari Kelok 9 Hingga Mitigasi Lebaran
Rapat maraton ini menjadi ruang “cuci gudang” masalah tahunan. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten menyinkronkan langkah untuk membedah kemacetan kronis di Kelok 9 menjelang mudik Lebaran. Sektor pariwisata, khususnya pengelolaan Kawasan Strategis Harau, juga dipacu agar lebih profesional dan terintegrasi.

Kesiapsiagaan bencana menjadi poin krusial lainnya. Mengingat topografi wilayah yang rawan, mitigasi risiko bencana diputuskan sebagai prioritas utama dalam perencanaan anggaran pelaksanaan tahun ini agar arus mudik masyarakat tetap aman.

Akurasi Data: Menghapus Ketimpangan dari Nagari
Bupati Lima Puluh Kota, Safni, menyoroti satu masalah mendasar yang selama ini menghambat kebijakan: data yang “berwajah dua”. Perbedaan data antara pemerintah nagari dan penyuluh sering kali membuat bantuan atau kebijakan pertanian menjadi salah sasaran.

“Tidak akan kuat sebuah provinsi kalau kabupatennya tidak dirangkul. Komunikasi harus nyambung dari nagari agar data akurat dan tidak ada lagi ketimpangan kebijakan,” tegas Safni. Sebagai pemimpin baru, ia memposisikan kolaborasi ini sebagai jembatan untuk membimbing 79 nagari di wilayahnya agar bergerak seirama dengan visi provinsi.

Harmoni Kepemimpinan Sebagai Kunci
Di akhir diskusi, Gubernur Mahyeldi memberikan pesan yang tajam tentang manajerial pemerintahan. Suksesnya pembangunan tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi pada kekompakan internal antara Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, dan Sekretaris Daerah. Sinergi ini dianggap sebagai mesin utama untuk memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berlari dalam kecepatan yang sama menuju target 2026.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sekda Sumbar Dorong Transformasi Kinerja ASN Berbasis Hasil dan Pengembangan Berkelanjutan

22 April 2026 - 21:56 WIB

Sekdaprov Sumbar Dorong Transformasi UKPBJ untuk Perkuat Kualitas Belanja Daerah

22 April 2026 - 21:42 WIB

Kesempatan Kedua: Jombang Ubah Aset Daerah Menjadi Berkah Rakyat

22 April 2026 - 13:02 WIB

Sinergi Infrastruktur 2027: Membangun Harapan dari Jalan ke Desa

21 April 2026 - 21:51 WIB

Menjaga Nyala Aman Hingga ke Desa: Komitmen Baru Sumbar

21 April 2026 - 19:12 WIB

Kolaborasi Klaster: Cara Sumbar Lindungi Warga Desa dari Bencana

21 April 2026 - 19:02 WIB

Trending di PEMDA