Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

KORUPSI · 28 Apr 2023 10:07 WIB ·

Rompi Orange Kades Bunut, Buntut Selewengkan APBDes 2016-2019


 Rompi Orange Kades Bunut, Buntut Selewengkan APBDes 2016-2019 Perbesar

Tuban ( DESA MERDEKA ) – Kades Bunut Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban Jawa Timur Budi Utomo akhirnya memakai rompi orange dan digiring menuju Lapas IIB Tuban, setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tuban pada 3 April 2023 lalu.

“Penahanan ini telah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif,” kata Muis Ari Guntoro, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tuban, Kamis 27 April 2023.

Penahanan kepala Desa Bunut di Lapas Kelas IIB Tuban tersebut dilaksanakan, setelah yang bersangkutan diduga tersangkut kasus korupsi pengelolaan dana desa. Muis kepada awak media mengatakan, penahanan terhadap Budi Utomo ini dalam rangka kepentingan penyidikan, yang akan dilakukan hingga 20 hari kedepan.

“Tim penyidik akan bekerja optimal dan akan segera melimpahkan perkara ini ke pengadilan,” terang Muis.

Muis menjelaskan, syarat subjektifnya dikuatirkan tersangka (Budi Utomo) melarikan diri atau menghilangkan alat bukti. Sedangkan syarat objektifnya, berdasarkan ketentuan pasal 21 KUHAP,perbuatan tersangka telah melanggar pasal 2, Jo pasal 3, Jo pasal 18 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Penetapan tersebut hasil pengembangan kasus korupsi yang sebelumnya menjerat mantan Bendahara Desa Bunut, Nevi Ayu Indasari yang sudah ditahan di Lapas IIB Tuban pada 2021 silam.

Muis mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi dan alat bukti yang dikumpulkan, bahwa Budi Utomo diduga ikut serta menyelewengkan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2016 hingga 2019.

“Kemudian adanya fakta maupun pertimbangan hukum di persidangan dengan tersangka Bendahara Bunut, jika Kades ini turut terlibat,” beber Muis.

Kasus korupsi anggaran pendapatan belanja desa (APBDes) Bunut, Kecamatan Widang tahun anggaran 2016—2019, sejatinya telah menetapkan vonis bersalah kepada Nevi Ayu Indrasari, bendahara desa setempat, dengan hukuman dua tahun melalui Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Namun demikian, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) masih terus melakukan penyidikan dan menduga, Budi Utomo, sang kepala desa (kades), turut terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

”Budi diduga kuat mendalangi korupsi tersebut. Kami ada bukti-buktinya. Sudah tepat dia (Budi, red) ditetapkan sebagai tersangka,’’ tutup Muis.

Melalui pemeriksaan pada Selasa (11/4) siang, untuk mendalami fakta-fakta persidangan perkara korupsi APBDes Bunut 2016—2019 yang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya dengan terdakwa Nevi Ayu Indrasari atau akrab disapa Nevi, akhirnya Kades berusia 41 tahun itu mengakui keterlibatannya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Satu tanggapan untuk “Rompi Orange Kades Bunut, Buntut Selewengkan APBDes 2016-2019”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kades Ngulankulon Trenggalek Ditahan, Bupati Segera Terbitkan Surat Pemberhentian Sementara

10 September 2023 - 18:46 WIB

Kades Ngulankulon Trenggalek Tersangka Korupsi APBDes 2020 Akhirnya Ditahan

5 September 2023 - 18:47 WIB

Cegah Korupsi, Gus Halim Ajak Pendamping Desa Buat Gerakan Dari Rumah Ke Rumah

15 Agustus 2023 - 15:21 WIB

Dampingi Mahasiswa UNEJ, KPK Bangun Budaya Antikorupsi Dari Desa

27 Juli 2023 - 12:10 WIB

Gegara Korupsi Dana Internet Desa, 5 Kades di Flores Timur Diperiksa

26 Juli 2023 - 18:14 WIB

Biaya Kampanye Tinggi, Kades di Pacitan Korupsi Dana Desa Rp.516 Juta Lebih

3 Juni 2023 - 17:17 WIB

Trending di KORUPSI