Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sumatera Barat kini tak lagi sekadar menjadi lumbung bahan mentah. Melalui peresmian pabrik PT Alam Anugerah Esensi (Arsens) di Guguak, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Senin (1/7/2024), sebuah era baru hilirisasi pertanian dimulai. Perusahaan yang didirikan oleh talenta lokal ini berhasil mengubah potensi pohon kayu putih menjadi produk bernilai tinggi seperti minyak atsiri dan baby oil bermerek Essens.
Langkah ini menjadi bukti nyata realisasi janji Pemerintah Provinsi Sumbar untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Dengan berdirinya pabrik ini, rantai penjualan bahan mentah ke luar daerah mulai diputus, berganti dengan pemasaran produk jadi yang memiliki daya saing lebih kuat di pasar nasional.
Memutus Rantai Bahan Mentah demi Ekonomi Lokal
Dasril, perwakilan direksi PT Arsens, menekankan bahwa visi perusahaan adalah membawa kekayaan alam Indonesia naik kelas. Selama ini, banyak komoditas nabati hanya diekspor dalam bentuk mentah dengan harga rendah. PT Arsens hadir untuk memastikan proses pengolahan terjadi di tanah Sumbar, sehingga keuntungan maksimal tetap berputar di daerah.
“Kita berupaya memasarkan produk jadi. Indonesia punya potensi yang sangat diminati dunia, dan sudah saatnya kita mengelolanya secara mandiri,” ungkap Dasril.
Hilirisasi Sebagai Jantung Ekonomi Sumbar 2045
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyebut kehadiran PT Arsens sangat sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Sumbar 2025-2045. Fokusnya jelas: hilirisasi. Selain mendongkrak nilai ekonomi daun, bunga, dan buah-buahan nabati menjadi minyak aromaterapi serta antibakteri, pabrik ini juga menjadi mesin penyerap tenaga kerja lokal.
“Kita mengapresiasi keberanian putra asli Sumbar ini. Semakin maju perusahaan ini, semakin besar manfaat yang dirasakan daerah, mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga inspirasi bagi wirausaha muda lainnya,” tutur Mahyeldi penuh optimisme.
Minyak atsiri yang dihasilkan PT Arsens bukan sekadar produk kecantikan atau kesehatan. Ia adalah simbol kedaulatan petani lokal atas sumber daya alamnya sendiri. Di tangan talenta daerah, kekayaan nabati Guguak kini siap bersaing sebagai produk esensial unggulan di panggung nasional.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.