Jakarta [DESA MERDEKA] – Subsidi pupuk dan elpiji senilai ratusan triliun rupiah digelontorkan pemerintah tiap tahun, namun tak semua masyarakat merasakan manfaatnya. Fenomena ini menjadi sorotan utama Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yang menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hadir sebagai solusi konkret untuk mewujudkan ekonomi berkeadilan. Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang panjang dan memastikan subsidi tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di desa dan kota.
Dalam program “Gaspol!” Kompas.com pada Jumat (23/5/2025), Budi Arie mengungkapkan kekecewaannya terhadap inefisiensi penyaluran subsidi selama ini. Ia mencontohkan subsidi pupuk sebesar Rp43 triliun yang seharusnya meringankan beban petani, namun faktanya banyak petani masih membeli pupuk dengan harga tinggi. “Petani saya sudah cek beli Rp4.800 pupuk subsidi. Harga pabrik Rp2.300. Dua kali lipat, kan? Artinya tidak menikmati subsidi,” jelas Budi. Kondisi serupa juga terjadi pada subsidi elpiji yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.
Budi Arie menegaskan bahwa barang yang sudah disubsidi negara secara esensi adalah barang publik. Oleh karena itu, distribusi barang-barang tersebut haruslah melalui lembaga publik agar manfaatnya benar-benar sampai kepada yang berhak. Dalam konteks ini, Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih memegang peran krusial sebagai distributor utama. Mereka diharapkan mampu memotong peran perantara atau “middleman” yang selama ini menikmati keuntungan besar dari selisih harga subsidi. Budi menyebutkan, dari hitungan kasar, perantara ini bisa meraup keuntungan hingga Rp300 triliun per tahun dari berbagai komoditas.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini adalah wadah atau alat perjuangan untuk menciptakan ekonomi yang berkeadilan di masyarakat, terutama di desa, dan juga Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk di kota,” ujar Budi Arie. Pembentukan koperasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius pemerintah untuk menjembatani kesenjangan ekonomi dan memastikan setiap rupiah subsidi yang dikeluarkan negara benar-benar dirasakan rakyat. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi cerita rakyat kecil yang harus membeli barang subsidi dengan harga mahal, sementara pihak-pihak tak bertanggung jawab meraup untung dari penderitaan mereka. Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih sendiri dijadwalkan pada 28 Oktober 2025, menjadi momentum penting dalam upaya mewujudkan pemerataan ekonomi di Indonesia.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.