Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KOPDES MP · 23 Mei 2025 18:45 WIB ·

Pupuk Mahal, Subsidi tak Tepat Sasaran? Koperasi Desa Merah Putih Solusinya!


					Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menjelaskan pentingnya Koperasi Desa Merah Putih dalam pemerataan ekonomi dan penyaluran subsidi yang adil. Perbesar

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menjelaskan pentingnya Koperasi Desa Merah Putih dalam pemerataan ekonomi dan penyaluran subsidi yang adil.

Jakarta [DESA MERDEKA] Subsidi pupuk dan elpiji senilai ratusan triliun rupiah digelontorkan pemerintah tiap tahun, namun tak semua masyarakat merasakan manfaatnya. Fenomena ini menjadi sorotan utama Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yang menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hadir sebagai solusi konkret untuk mewujudkan ekonomi berkeadilan. Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang panjang dan memastikan subsidi tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di desa dan kota.

Dalam program “Gaspol!” Kompas.com pada Jumat (23/5/2025), Budi Arie mengungkapkan kekecewaannya terhadap inefisiensi penyaluran subsidi selama ini. Ia mencontohkan subsidi pupuk sebesar Rp43 triliun yang seharusnya meringankan beban petani, namun faktanya banyak petani masih membeli pupuk dengan harga tinggi. “Petani saya sudah cek beli Rp4.800 pupuk subsidi. Harga pabrik Rp2.300. Dua kali lipat, kan? Artinya tidak menikmati subsidi,” jelas Budi. Kondisi serupa juga terjadi pada subsidi elpiji yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.

Budi Arie menegaskan bahwa barang yang sudah disubsidi negara secara esensi adalah barang publik. Oleh karena itu, distribusi barang-barang tersebut haruslah melalui lembaga publik agar manfaatnya benar-benar sampai kepada yang berhak. Dalam konteks ini, Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih memegang peran krusial sebagai distributor utama. Mereka diharapkan mampu memotong peran perantara atau “middleman” yang selama ini menikmati keuntungan besar dari selisih harga subsidi. Budi menyebutkan, dari hitungan kasar, perantara ini bisa meraup keuntungan hingga Rp300 triliun per tahun dari berbagai komoditas.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini adalah wadah atau alat perjuangan untuk menciptakan ekonomi yang berkeadilan di masyarakat, terutama di desa, dan juga Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk di kota,” ujar Budi Arie. Pembentukan koperasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius pemerintah untuk menjembatani kesenjangan ekonomi dan memastikan setiap rupiah subsidi yang dikeluarkan negara benar-benar dirasakan rakyat. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi cerita rakyat kecil yang harus membeli barang subsidi dengan harga mahal, sementara pihak-pihak tak bertanggung jawab meraup untung dari penderitaan mereka. Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih sendiri dijadwalkan pada 28 Oktober 2025, menjadi momentum penting dalam upaya mewujudkan pemerataan ekonomi di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cara KUB Plasma Menjelutung Perdana Lestari Berbagi Berkah

26 Mei 2026 - 13:12 WIB

Seni Mengolah Keterbatasan Menjadi Modal Utama Koperasi Lodoyong

20 Mei 2026 - 12:19 WIB

Modal Integritas: Senjata Rahasia Koperasi Lodoyong Dobrak Pasar

20 Mei 2026 - 06:31 WIB

Kunci Sukses Koperasi Lodoyong: Pilih Figur Pemimpin yang ‘Ceto’

19 Mei 2026 - 19:22 WIB

Siasat Titip Jual Koperasi Lodoyong: Bisnis Minim Modal Hasil Maksimal

19 Mei 2026 - 09:26 WIB

Strategi Hadapi Perang Dagang Akar Rumput Versi Koperasi Lodoyong

18 Mei 2026 - 13:48 WIB

Trending di KOPDES MP