Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

PENDIDIKAN · 1 Mar 2024 07:48 WIB ·

Perjuangan Seorang Ayah Untuk Menjadikan Sarjana Anaknya Dengan Keluar Masuk Tempat Sampah


 Perjuangan Seorang Ayah Untuk Menjadikan Sarjana Anaknya Dengan Keluar Masuk Tempat Sampah Perbesar

Salah satu universitas ternama di propinsi nusa tenggara timur yaitu universitas nusa cendana atau yang biasa dikenal dengan sebutan undana kupang, yang beralamat di jalan adisucipto penfui ini pada hari rabu 28/2/2024 melakukan sidang senat terbuka di auditorium dan mewisuda 1983 wisudawan/ti yang dibagi menjadi 2 kolter,kolter pertama dimulai pukul 08.00 dan pukul 13.00 untuk kolter ke dua. dipimpin lansung oleh rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc

Para lulusan yang telah menamatkan pendidikan sarjana dari berbagai daerah baik dalam propinsi NTT maupun luar daerah berasal dari berbagai kalangan dan tingkatan ekonomi yang berbeda-beda dengan tingkat kemudahan dan kesulitan masing2 untuk biaya kuliah dan kebutuhan mahasiswa di kampus

tidak dipungkiri di balik keberhasilan menyelesaikan pendidikan ditingkat perguruan tinggi ini,tidak terlepas dari sosok kedua orang tua yang berusaha dengan berbagai cara asalkan anak2 mendapatkan ilmu yang cukup untuk terjun ke dunia kerja di masyarakat.berdasarkan kedekatan keluarga dan pengamatan media ini selama kurang lebih 5 tahun ada sosok pahlawan kehidupan di dalam keluarga salah satu alumni yang turut diwisuda yaitu Bapak Yakobus Kofi dan Mama Blandina Olin

Jecko sapaan akrab bapak yang berprofesi sebagai tukang bangunan di kota propinsi NTT,mengisahkan perjalanan dan liku hidup untuk menjadikan anak meraih gelar sarjana dengan tingkat ekonomi lemah atau kurang mampu.seringkali dalam kesempatan berdiskusi atau berkumpul bersama dalam keluarga kefa di kupang yang bergabung dalam kelompok arisan ia selalu berceritra atau berbagi pengalaman menyekolakan anak dengan keterbatasan ekonomi di kota kupang

namun karena kegigihan bapak yang hanya menamamatkan pendidikan sekolah dasar(SD) maka putri sulung yang bernama lengkap Selviana Kofi, S.Sos sapaan akrab serli bisa di wisuda.sosok bak pahlawan berbahu baja yang berprofesi sebagai tukang bangunan juga beternak babi untuk menunjang kebutuhan hidup serta kebutuhan sekolah anak2.karena keterbatasan tempat di kota maka ia membuat kandang miliknya di lantai dasar rumahnya yang berukuran 4×24 dari 3 lantai dari tanah miliknya yang hanya pas untuk ukuran rumah tanpa halaman

jika terlihat dari jalan akan terlihat sebuah bangunan bertingkat seperti rumah pada umumnya,namun setelah masuk ke dalam rumah,terutama lantai dasar maka pemandangan akan  lain karena petak2 kandang semua yang memenuhi rungan bawah tanah.untuk mencari pakan ia rela keluar masuk sampah sekitar pasar untuk mencari makanan sisa dan potongan sayur yang dibuang setelah dipungut lalu dimasak ulang dan dicampuri dengan pakan tokoh jadi untuk diberikan kepada hewan piaraannya.hal ini di lakukan untuk menakan pengeluaran pakan tokoh,jika tidak demikian bagamana saya bisa bertahan beternak begini banyak terangnya.dulu sebelum terjadi virus Asf saya memiliki 20an ekor tetapi semua mati karena terkena virus hewan beberapa tahun lalu, namun saya tidak putus asa dan saya mulai beternak lagi dengan modal awal saya diberi indukan oleh Nickson Ballo salah satu peternak ternama di kota kupang yang biasa juga memasok daging ke warung Aroma

setelah beranak dibagi 2 separuh untuk bos dan sisanya untuk kami sehingga sampai saat ini secara berkelanjutan beternak.kami semua adalah tim hebat dalam beternak karena kami selalu berbagi peran untuk mengurus ternak.saya mencari makanan sisa di tempat sampah dan anak2 saya ada yang mencincang,memasak ada yang membersihkan kandang dan memberi makan

Pada saat sang yubilaris ditanya tentang perasaanya di kediamanya di RT 25 RW 11 desa oeltua kecamatan taebenu kabupaten kota kupang ia mengatakan sangat senang bisa mencapai keberhasilan ini karena bisa membayar lunas perjuangan bapak selama ini dan menjadikan saya sarjana,setelah ini saya akan mencari kerja untuk membantu bapak membiayai adik2  saya yang masih berstatus mahasiswa di Stikes Nusantara,SMA,SMP dan SD,jika Tuhan memberikan bonus maka saya memiliki cita2 besar ingin berinfestasi sosial di lembaga atau yayasan sosial kemanusiaan tutup gadis cantik ini.

banyak selamat buatmu dan selamat memasuki dunia kerja adik sehat terus bapak Jecko

Foto Istimewa Selviana Kofi S.Sos
Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PNP Kembangkan Destinasi Wisata Berkearifan Lokal

18 Mei 2024 - 00:28 WIB

Kekhalifahan dan Reformasi Bumi Prof. Dr. Nurcholish Madjid

15 Mei 2024 - 23:12 WIB

Praktik Baik Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu bagi Literasi Anak di Kota Batam

1 Maret 2024 - 22:59 WIB

Praktik baik prmanfaatan buku bagi literasi anak

Gol A Gong, Duta Baca Indonesia Bertandang Diskusi Dan Beri Apresiasi Warung Baca Pasinaon Ungaran

21 Februari 2024 - 23:28 WIB

Mengintip TBM “Rumah Sastra” sebagai Ruang belajar bagi Calon Penulis Handal

29 Januari 2024 - 13:23 WIB

Korps PMII Putri Karimun Tekankan Pentingnya Membangun Sumber Daya Perempuan Sebagai Modal Membangun Bangsa

22 Januari 2024 - 19:01 WIB

Trending di PENDIDIKAN