Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

DESA · 26 Apr 2023 18:43 WIB ·

Perangat Baru Terus Kembangkan Potensi Kopi Luwak Liberika


 Perangat Baru Terus Kembangkan Potensi Kopi Luwak Liberika Perbesar

Kutai Kartanegara ( DESA MERDEKA ) – Walaupun mayoritas berkebun karet, komoditi kopi luwak di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil menjadi sumber penghasilan alternatif warga.

“Dengan kopi ini produksi kami meningkat. Dan saat ini pekebun kopi telah tergabung di kelompok tani dan memiliki pasar tersendiri,” kata Fitriati, Kepala Desa (Kades) Perangat Baru.

Fitriati mengatakan kopi luwak ini telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir ini di Perangat Baru. Saat ini, Desa Perangat Baru telah mengembangkan potensi kopi luwak seluas 25 hektare dari 60 hektare lahan. Dari 25 hektare tersebut, baru dua hektare yang maksimal produksinya. Hasil produksinya telah didistribusikan ke perhotelan, kementerian hingga ke Australia.

“Jadi saat ini pemasaran kopi kami masih sesuai permintaan konsumen. Baik itu yang siap seduh atau dalam bentuk biji yang sudah di roasting,” ungkap Fitriati.

Varietas kopi luwak di Perangat Baru termasuk langka, yakni liberika, yang hanya ada tiga titik di indonesia, yakni di Jambi, Jember dan Kaltim di Desa Perangat Baru.

Saat ini kopi luwak di Perangat Baru sudah memiliki varian kopi luwak, red honey, natural dan full wash. Harganya sendiri bervariatif dan dibandrol dari Rp 750.000 hingga Rp 5 Juta per kilogramnya. Upaya pengembangan kopi luwak, Desa Perangat Baru, juga memantik perhatian dari pemerintah hingga pihak swasta. Dari Pemkab Kukar, Perangat Baru memperolah bantuan berupa 10 ekor luwak, lantai jemur, rumah produksi, jalan perkebunan dan embung.

Pelibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), disebut Fitriati, akan menjadi strategi pemdes untuk memaksimalkan produksi kopi. Desa Perangat Baru juga rencananya akan dirancang sebagai desa wisata. Bertajuk Desa Wisata Kampung Luwak, desa ini nantinya akan menjadi destinasi wisata terbaru khas Perangat Baru.

“Harapan saya kedepan warga Perangat Baru sejahtera dan umumnya masyarakat di Kabupaten Kukar dengan potensi ekonomi dari kopi luwak ini. Kemudian harapan kami karena disini 90 % mayoritas petani karet, dengan adanya kopi ini bisa membantu mendongkrak perekonomian petani,” harap Fitriati.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kades Karang Jaya Serahkan Sertifikat Program PTSL Kepada Warga Secara Gratis

16 Mei 2024 - 09:06 WIB

Pengurusan Adminduk cukup liwat loket desa semua bisa beres kecuali rekam KTP dan cetak KIA

27 Maret 2024 - 22:18 WIB

Antrian warga yang rekam ikd

BUM DESA BERSAMA LKD KABUATEN LAMPUNG TIMUR, WUJUDKAN LAPORAN KEUANGAN SESUAI STANDAR

24 Februari 2024 - 16:56 WIB

PONDOK PESANTREN HASYIM ASY’ARI JEPARA JADI LOKUS PELATIHAN MUJAHID PEMBANGUNAN DESA

28 Januari 2024 - 12:45 WIB

Kendalikan Inflasi, Pj Bupati Banyuasin Panen Cabe dan Tanam Bawang di Desa Tirto Sari

18 Januari 2024 - 07:31 WIB

Seminar Program KKNT Desa Wisata Unhas, Dispar Berharap Bersinergi Dengan Baik

4 Januari 2024 - 22:53 WIB

Trending di DESA