Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

RAGAM · 30 Mar 2024 21:32 WIB ·

Pedagang Pasar Gamalama Kecewa Kebijakan Pemkot Ternate Beri ijin Pedagang Musiman Pasang Tenda-Tenda di Area Terminal


 Pedagang Pasar Gamalama Kecewa Kebijakan Pemkot Ternate Beri ijin Pedagang Musiman Pasang Tenda-Tenda di Area Terminal Perbesar

DesaMerdeka.ID – Ternate: Pedagang pasar terminal Gamalama menjerit karena tenda-tenda pedagang musiman menutupi akses masuk ke dalam lapak mereka.

Puluhan tenda biru berdiri di area terminal sejak Awal Ramadhan, menghalangi semua jalan masuk ke lapak pedagang yang sudah ada, hanya menyisakan sedikit ruang untuk lalu lalang kendaraan.

Pedagang yang ditemui mengeluhkan kondisi ini, karena sepinya orang yang mengunjungi lapak mereka. Bagaimana bisa dikunjungi calon pembeli, sedangkan tenda-tenda darurat yang dipasang pedagang musiman sudah menutup penuh jalan masuk.

Sedangkan kondisi berbeda dialami para pedagang musiman yang tumpah ruah di area terminal. Karena langsung berhadapan dengan jalan, calon pembeli mudah menjangkau dagangan mereka.

Nanny, salah satu pemilik lapak di terminal Gamalama menyampaikan bahwa para pedagang di pasar disatu sisi dituntut untuk taat membayar pajak dan retribusi, namun kebijakan Pemkot Ternate dalam hal ini Disperindagkop tidak berpihak kepada mereka.

Menurutnya, Pemkot bersikap tidak adil kepada pedagang tempatan karena memberikan akses kepada pedagang musiman untuk berjualan di tengah-tengah area terminal Gamalama.

Nanny: “Saya rasa torang samua pedagang mengeluh, kecuali pedagang musiman. Dorang mengambil keuntungan disaat seperti ini. Kami diam bukan berarti setuju dengan situasi yang ada, tapi lebih kepada pasrah, so tratau mau bikin apa lagi.”

Sebagai rakyat kecil dirinya merasa dijadikan sapi perah, dimana tiap bulan harus membayar pajak yang semakin naik, sedangkan pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran.

Ramadhan adalah momen yang torang pedagang tunggu-tunggu untuk bisa menutupi sekian bulan yang selama ini sepi, ujarnya, “tapi ternyata itupun tidak kita rasakan, malah semakin hancur.”

Hal senada disampaikan Ellywisna, pemilik lapak di pintu masuk terminal Gamalama.

Jadi jika para pedagang tidak bisa bayar pajak, jangan salahkan pedagangnya, tapi koreksi dulu aturan kebijakan Walikota, DPRD dan Disperindagkop, mengapa lebih mengutamakan tenda pedagang musiman daripada kami para pejuang APBD ini,” terang Ellywisna.

Menurutnya, pedagang musiman sampai berani bangun tenda di area umum itu atas ijin mereka yang terkait.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Upaya Memperluas Cakrawa Artistik JLF 2024 Gelar Lengger Banyumasan

15 Juni 2024 - 10:01 WIB

Kapolres Metro Bekasi Gelar Olahraga Bersama Dan Berikan Doorprize Sambut HUT Bhayangkara ke -78

14 Juni 2024 - 17:55 WIB

INTERVENSI SERENTAK PENCEGAHAN STUNTING DI CIKULUR

12 Juni 2024 - 12:03 WIB

Terbukti Langgar AD/ART dan Kode Etik, FORKI Malut Beroleh SP-Satu Dari KONI Malut

10 Juni 2024 - 21:00 WIB

Ajak jaga Keamanan Lingkungan, Polres Metro Bekas Laksanakan Kunjungan Ke Wilayah Hukum Polres Metro Bekasii

9 Juni 2024 - 11:34 WIB

Dukung Kiayi Aep, Milenial di Lebak Inginkan Lebak Melesat Berkemajuan

4 Juni 2024 - 19:01 WIB

Trending di RAGAM