Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Wajah Kota Padang kini tengah bersiap memasuki “fase steril”. Menjelang pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) calon anggota DPD RI pada 13 Juli 2024, Bawaslu Kota Padang bergerak cepat mencopot seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) yang menghiasi sudut kota. Penertiban besar-besaran ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga kemurnian masa tenang sebelum warga kembali ke tempat pemungutan suara.
Melibatkan kekuatan penuh dari jajaran Satpol PP hingga ribuan pengawas lapangan, Bawaslu memastikan tidak ada satu pun baliho atau spanduk peserta PSU yang tersisa di ruang publik. Operasi “bersih-bersih” ini dimulai dengan apel akbar di seluruh kecamatan guna menyatukan komando penertiban.
Pasukan PTPS Turun Tangan Bersihkan Kota
Ada pemandangan berbeda dalam penertiban kali ini. Bawaslu tidak hanya mengandalkan personel Satpol PP, tetapi juga mengerahkan 2.681 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Ribuan personel ini menjadi ujung tombak di tingkat akar rumput untuk menyisir gang-gang kecil hingga jalan protokol.
Komisioner Bawaslu Kota Padang, Akhiro Murio, menjelaskan bahwa pengerahan massa PTPS ini dilakukan agar target pembersihan selesai tepat waktu. “Fokus kami adalah memastikan pada hari pelaksanaan PSU, seluruh lokasi sudah bebas dari pengaruh visual kampanye. Jajaran kami di tingkat kecamatan telah diinstruksikan untuk bergerak serentak,” ungkap Akhiro, Kamis (11/7/2024).
Sinergi Pemerintah dan Pengawas Pemilu
Gerakan masif ini merupakan buah dari koordinasi intensif antara Ketua Bawaslu Kota Padang dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Padang. Instruksi langsung diturunkan kepada Satpol PP untuk bekerja bahu-membahu dengan pengawas pemilu. Penertiban ini dijadwalkan terus berlanjut hingga Jumat (12/7/2024), sehari sebelum pemungutan suara dimulai.
Langkah tegas ini diambil untuk memberikan ruang bagi pemilih menentukan pilihan tanpa intervensi visual. Dengan bersihnya kota dari APK, diharapkan suasana PSU DPD RI di Padang dapat berjalan lebih tenang, tertib, dan fokus pada kualitas demokrasi yang jujur dan adil.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.