Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

JALAN JAJAN · 20 Des 2024 15:48 WIB ·

Nglanggeran Jadi Contoh Desa Wisata Berkelanjutan di Gunungkidul


					Nglanggeran Jadi Contoh Desa Wisata Berkelanjutan di Gunungkidul Perbesar

Gunungkidul [DESA MERDEKA] – Gunungkidul terus berupaya mengembangkan sektor pariwisatanya dengan mengadopsi konsep community-based tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat. Konsep ini dinilai mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta, menjelaskan bahwa CBT tidak hanya sekadar menarik wisatawan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. “Desa Wisata Nglanggeran adalah contoh yang sangat baik dalam penerapan konsep CBT di Gunungkidul,” ujarnya.

Tiga Pilar Pariwisata Berkualitas

Konsep CBT yang diterapkan di Gunungkidul didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu:

  • Keberlanjutan: Pariwisata di Gunungkidul dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial. Upaya pelestarian alam dan budaya menjadi prioritas utama.
  • Pengalaman Wisata Unik: Wisatawan diajak untuk merasakan pengalaman yang autentik dan mendalam, seperti belajar membuat kerajinan tangan, mencicipi kuliner lokal, atau mengikuti ritual adat.
  • Keseimbangan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan: Pariwisata diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal tanpa mengorbankan keseimbangan sosial dan lingkungan.
Salah satu sudut pengembangan kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul (Image courtesy: Harian Jogja)
Potensi Wisata Gunungkidul yang Melimpah

Gunungkidul memiliki potensi wisata yang sangat besar, baik alam maupun budaya. Pemandangan alam yang indah, seperti pantai, sungai, dan perbukitan, serta kekayaan budaya masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Langkah Konkret Menuju Pariwisata Berkualitas

Untuk mewujudkan pariwisata berkualitas, Dispar Gunungkidul telah melakukan beberapa langkah strategis, di antaranya:

  • Perencanaan yang Matang: Melakukan pemetaan potensi dan kendala di setiap destinasi wisata.
  • Pengembangan Infrastruktur: Memperbaiki akses jalan, fasilitas umum, dan sanitasi.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan wisata.
  • Promosi Digital: Memanfaatkan media sosial dan platform digital lainnya untuk mempromosikan destinasi wisata di Gunungkidul.
Kolaborasi Jadi Kunci

Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha pariwisata. “Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 141 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Racikan Empon-Empon Ambarawa: Warisan Simbah yang Menembus Benteng

13 April 2026 - 15:57 WIB

Kampung Tenun Samarinda: Magnet Budaya di Gerbang IKN

2 April 2026 - 14:04 WIB

Pacu Kuda Padang Pariaman 2026: Magnet Ekonomi Perantau Pulang

29 Maret 2026 - 09:12 WIB

Stasiun Tuntang: Saat Kereta Tua Hidupi Ekonomi Desa

27 Maret 2026 - 08:07 WIB

Parkir “Nembak” Harga Rp20 Ribu Coreng Wajah Carocok Painan

25 Maret 2026 - 13:45 WIB

Trending di JALAN JAJAN