Tanah Datar, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Di tengah kepulan duka pascabencana banjir bandang dan galodo, secercah harapan muncul dari tangan dingin para perantau Minang. Emersia Group melalui gerakan kepeduliannya, menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp790 juta kepada 158 keluarga terdampak di Kabupaten Tanah Datar. Aksi nyata ini menjadi bukti kuat bahwa solidaritas “pulang kampung” tetap menjadi penyelamat utama di masa kritis.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Pemilik Emersia Group, Merry Warti, di Hotel Emersia Batusangkar, Senin (1/7/2024). Setiap keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga hanyut mendapatkan dana stimulan sebesar Rp5 juta. Nominal ini diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk kembali menata kehidupan yang sempat luluh lantak oleh material galodo.
Kekuatan Filantropi Perantau Minang
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir menyaksikan momen emosional tersebut, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, langkah Emersia Group mencerminkan filosofi mendalam masyarakat Minangkabau tentang kepedulian terhadap kampung halaman saat dilanda musibah.
“Kepedulian luar biasa dari Emersia Group membuktikan bahwa perantau Minang selalu menjaga ikatan batin dengan tanah kelahiran. Bantuan ini adalah katalisator penting bagi upaya pemulihan yang sedang diupayakan pemerintah,” ungkap Mahyeldi.
Pemulihan Panjang Membutuhkan Kesabaran
Meski bantuan tunai telah mengalir, Gubernur Mahyeldi mengingatkan bahwa proses pemulihan infrastruktur secara menyeluruh memerlukan waktu dan biaya yang besar. Saat ini, pemerintah daerah tengah fokus memperbaiki fasilitas umum yang vital, mulai dari akses jalan, jembatan, hingga lahan pertanian yang tertutup material lumpur dan bebatuan.
“Pemulihan pascabencana tidak bisa instan. Kami terus mencari solusi alternatif agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi secara maksimal selama masa transisi ini,” tambahnya.
Dukungan Berkelanjutan dari Emersia Peduli
Merry Warti selaku pimpinan Emersia Group menegaskan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sosial mereka. Sebelumnya, kolaborasi antara Emersia Peduli dan Indo Jalito Peduli juga telah menyentuh kawasan Bukik Batabuah di Kabupaten Agam.
Hadirnya Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian, dan Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah, dalam acara tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara sektor swasta dan pemerintah. Dana segar ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan simbol bahwa warga korban galodo tidak berjalan sendirian dalam melewati badai bencana.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.