Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 13 Agu 2024 21:56 WIB ·

Merayakan Kebebasan Berkarya dalam Gelaran Seni “Liberating”


					Foto bareng usai pembukaan pâmeran “Libẻrating” Perbesar

Foto bareng usai pembukaan pâmeran “Libẻrating”

Semarang [DESA MERDEKA] – Bosan dengan karya seni yang penuh filosofi mendalam? Pameran seni “Liberating” yang digelar di Casa Roberto Bistro, Semarang, menawarkan angin segar. Perupa Rudy Murdock, bersama desainer Irene Kusuma, mengajak pengunjung untuk merayakan kebebasan berkarya melalui kolaborasi unik antara seni rupa dan fesyen.

Rudy Murdock kolaborasi bareng Irene Kusuma gelar Visual Art Show di Casa Roberto Semarang Sabtu (10/08/24)

Dibuka secara meriah oleh Bupati Kendal, Dico Ganinduto, pada Sabtu (10/08/2024), pameran ini menyajikan 15 karya lukisan Rudy Murdock yang penuh warna dan ekspresif. Lukisan-lukisan tersebut tidak hanya menghiasi dinding galeri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi Irene Kusuma untuk menciptakan koleksi busana terbaru.

“Kami ingin menunjukkan bahwa seni tidak harus selalu serius dan rumit,” ujar Rudy Murdock. “Seni bisa menjadi bentuk ekspresi diri yang menyenangkan dan membebaskan.”

Senada dengan Rudy, Irene Kusuma juga menekankan pentingnya kebebasan dalam berkarya. Dalam koleksinya, Irene menggabungkan berbagai macam material, mulai dari kanvas bekas lukisan hingga bahan daur ulang seperti kain perca dan baliho bekas. Hasilnya adalah koleksi busana yang unik, berani, dan penuh kejutan.

“Fesyen tidak hanya tentang mengikuti tren,” kata Irene. “Fesyen juga bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan dan mengekspresikan diri.”

Kolaborasi yang Memukau

Kolaborasi antara Rudy Murdock dan Irene Kusuma dalam pameran “Liberating” menghasilkan karya-karya yang memukau. Lukisan-lukisan Rudy yang penuh warna dan abstrak berpadu sempurna dengan desain busana Irene yang berani dan eksperimental. Hasilnya adalah sebuah perpaduan yang harmonis antara seni rupa dan fesyen.

Pameran “Liberating” tidak hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman untuk berkreasi dan berekspresi. Dengan mengangkat tema kebebasan, pameran ini mengajak pengunjung untuk lebih menghargai keberagaman dan orisinalitas dalam dunia seni.

Pesan untuk Dunia Seni

Melalui pameran ini, Rudy Murdock dan Irene Kusuma ingin menyampaikan pesan bahwa seni tidak harus selalu mengikuti aturan atau standar yang telah ditetapkan. Seniman bebas untuk bereksplorasi dan menciptakan karya-karya yang unik dan orisinal.

“Kami berharap pameran ini dapat menginspirasi seniman muda untuk terus berkarya dan tidak takut untuk mengekspresikan diri,” ujar Rudy.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 28: Musyawarah Desa Terbuka

14 Mei 2026 - 06:50 WIB

Rehabilitasi Lahan Rusak Ringan dan Sedang di Sumbar Tuntas

13 Mei 2026 - 21:02 WIB

Tabungan Warga Desa Jadi Energi Baru Ekonomi Sumbar

10 Mei 2026 - 21:36 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Trending di RAGAM