Menu

Mode Gelap
Pertashop: Solusi Entaskan Kemiskinan dan Percepat Kesejahteraan Desa di Kalsel Banjir dan Tanah Longsor Telan 33 Penambang Emas Ilegal Suwawa Layanan Jantung Intervensi RSUD M. Natsir Di Solok Diresmikan DPRD Kalteng Dorong Pengembangan Ekonomi Desa Melalui Sektor Pertanian Kompleks dan Kerajinan Tangan Minyak Atsiri Sumbar Melangkah Maju: Putra Daerah Dirikan PT Alam Anugerah Esensi (Arsens)

OPINI · 29 Apr 2023 06:30 WIB ·

Merawat Keberagaman di Desa


 Merawat Keberagaman di Desa Perbesar

Di Indonesia, keberagaman budaya dan agama sudah menjadi hal yang sangat umum terjadi. Setiap daerah memiliki ciri khas budaya yang berbeda, di samping itu, setiap orang memiliki keyakinan agama yang berbeda pula. Oleh karena itu, perlu kiranya kita merawat keberagaman di desa agar tercipta kerukunan dan perdamaian yang baik di antara masyarakat.

Terdapat beberapa alasan mengapa kita perlu merawat keberagaman di desa. Pertama, keberagaman budaya dan agama adalah kekayaan Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia haruslah bangga dan bersyukur atas keberagaman tersebut. Kedua, dengan merawat keberagaman di desa, kita dapat mencegah terjadinya konflik antar masyarakat yang berasal dari budaya dan agama yang berbeda. Hal ini akan sangat bermanfaat terutama dalam membangun kerukunan antar masyarakat di desa.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat keberagaman di desa. Pertama, kita dapat mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mempererat hubungan antar masyarakat. Misalnya, acara perayaan keagamaan bersama atau acara adat bersama. Dengan melakukan kegiatan seperti ini, masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan agama dapat saling mengenal dan mempererat tali persaudaraan yang baik.

Kedua, kita juga dapat memperkenalkan budaya dan agama masing-masing secara bertahap kepada masyarakat yang lain. Misalnya, masyarakat yang beragama Islam dapat memperkenalkan budaya dan agama Islam kepada masyarakat yang beragama Kristen atau Hindu. Sebaliknya, masyarakat Kristen atau Hindu juga dapat memperkenalkan budaya dan agama mereka kepada masyarakat yang lain. Dengan saling memperkenalkan budaya dan agama masing-masing, masyarakat dapat memahami dan menghargai satu sama lain.

Ketiga, kita juga dapat membuat program-program pendidikan tentang keragaman budaya dan agama. Program ini dapat diadakan di sekolah-sekolah atau di tempat-tempat umum lainnya. Dalam program ini, masyarakat dapat mempelajari tentang budaya dan agama yang berbeda-beda. Selain itu, masyarakat juga dapat mempelajari tentang cara menghargai dan menghormati budaya dan agama yang berbeda serta bagaimana mengatasi perbedaan yang mungkin timbul.

Contoh nyata dari penerapan merawat keberagaman di desa adalah Desa Cikeusik, Banten. Desa ini terdiri dari masyarakat yang beragam budaya dan agama seperti Sunda, Betawi, Cirebon, dan Jawa. Masyarakat desa Cikeusik menciptakan sebuah acara yang dinamakan “Rabeg Salira”. Acara ini merupakan bentuk perayaan kearifan lokal yang diadakan oleh seluruh warga desa. Dalam acara ini, warga desa beragam budaya dan agama dapat saling berinteraksi dan memperkenalkan budaya dan agama mereka secara terbuka, sehingga masyarakat desa Cikeusik terjalin kerukunan dan saling menghormati antar masyarakatnya.

Kesimpulannya, merawat keberagaman di desa sangatlah penting untuk menciptakan kerukunan dan perdamaian di antara masyarakat yang berbeda budaya dan agama. Kita dapat melakukan beberapa cara untuk merawat keberagaman seperti mengadakan kegiatan-kegiatan yang mempererat hubungan antar masyarakat, memperkenalkan budaya dan agama masing-masing, dan membuat program pendidikan tentang keragaman budaya dan agama. Contoh nyata dari penerapan merawat keberagaman di desa adalah Desa Cikeusik, Banten yang berhasil menciptakan kerukunan antar masyarakat yang beragam budaya dan agama. Semoga dengan merawat keberagaman di desa, kita dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Arti Strategis Pemberitaan Desa yang Positif di Era Digital

4 Juli 2024 - 21:34 WIB

Spiritualitas Kurban: Antara Kesalehan Personal dan Kesalehan Komunal

14 Juni 2024 - 07:55 WIB

Alumnus Pondok Pesantren Sabilillah, Al-Khoirot, MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kidul Kudus dan Universitas Diponegoro Semarang. Warga Nahdliyin dan Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Islam (ICMI) Orwil Banten

Pelestarian Budaya Desa di Tangan Pemuda

12 September 2023 - 14:18 WIB

Estafet Kepemimpinan Desa di Tangan Pemuda

11 September 2023 - 06:47 WIB

Peran Penting Pemuda Desa Dalam Pemilihan Umum

6 September 2023 - 13:17 WIB

Tawa Sederhana Versi Anak Desa, Upaya Mengurangi Kecanduan Gadget Pada Anak

29 Agustus 2023 - 20:30 WIB

Trending di OPINI