Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

EKBIS · 11 Jan 2025 14:01 WIB ·

Menaker Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Sumbar, Dorong Penguasaan AI dan Soft Skills


					Menaker Soroti Tantangan Ketenagakerjaan di Sumbar, Dorong Penguasaan AI dan Soft Skills Perbesar

Padang [DESA MERDEKA] – Dunia ketenagakerjaan Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, dalam Studium Generale Seri #1 Universitas Andalas (Unand) yang digelar pada Jumat (10/1/2025).

Dalam acara yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Menaker Yassierli menyoroti rendahnya kualitas tenaga kerja dan ketimpangan antara sektor formal dan informal sebagai isu utama. “Lebih dari 50% angkatan kerja kita masih berada di sektor informal. Ini menjadi tantangan besar dalam meningkatkan daya saing di kancah global,” tegas Yassierli.

Selain itu, Menaker juga menyoroti rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini tercermin dari Human Capital Index (HCI) Indonesia yang masih di bawah rata-rata. “Terdapat tiga tantangan utama di era digital, yaitu kecerdasan buatan (AI), akses digital, serta robot dan sistem otonom,” tambahnya.

Pentingnya AI dan Soft Skills

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Menaker menekankan pentingnya penguasaan AI dan big data dalam dunia ketenagakerjaan saat ini. “Pengetahuan tentang AI akan sangat membantu kita dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat,” ujarnya.

Selain itu, soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi sangat penting. “Keterampilan-keterampilan ini akan membantu individu untuk lebih mudah beradaptasi dengan perubahan dan bekerja sama dalam tim,” tambah Yassierli.

Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik inisiatif Kementerian Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas dalam menggelar acara ini. “Masukan dari Menaker sangat berharga bagi kami dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan. “Kita harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja yang layak,” tegasnya.

Harapan ke Depan

Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan terkait dengan tantangan dan peluang di dunia ketenagakerjaan. Selain itu, diharapkan juga dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan tenaga kerja di Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tambang Ilegal Sumbar Berakhir: 301 Blok Resmi Segera Terbit

21 Januari 2026 - 20:37 WIB

Gerak Cepat DELA dan Pertamina EP Amankan Jalan Tambun

21 Januari 2026 - 16:04 WIB

Sinergi PT Timah dan Desa Rias: Voli Jadi Mesin Ekonomi

21 Januari 2026 - 08:05 WIB

Beras Organik Bantaragung: Revolusi Pangan dari Kaki Gunung Ciremai

18 Januari 2026 - 13:32 WIB

OJEKWA: Gebrakan Ojek Tanpa Aplikasi dari Tulungagung Mendunia

18 Januari 2026 - 12:19 WIB

Bukan Infrastruktur, Harta Karun Desa Kini Adalah Data Akurat

15 Januari 2026 - 07:41 WIB

Trending di EKBIS