Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMDA · 1 Jan 2026 17:56 WIB ·

Mahyeldi Gandeng BPK Pastikan Anggaran Bencana Sumbar Akuntabel


					Mahyeldi Gandeng BPK Pastikan Anggaran Bencana Sumbar Akuntabel Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berkomitmen menjaga transparansi dalam penggunaan anggaran penanganan bencana hidrometeorologi. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sangat krusial agar setiap dana yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.

Penegasan tersebut disampaikan Mahyeldi saat melakukan pertemuan strategis dengan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Sumbar di Istana Gubernuran, Padang, Rabu (31/12/2025). Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi mengenai tata kelola keuangan negara di tengah situasi darurat bencana.

“Penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab. Koordinasi dengan BPK merupakan ikhtiar kita agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran memberi manfaat nyata tanpa menabrak aturan,” ujar Mahyeldi.

Kecepatan dan Ketepatan Sasaran
Mahyeldi menjelaskan bahwa tantangan utama dalam penanganan bencana adalah menyeimbangkan antara kecepatan respons lapangan dengan ketepatan administrasi. Melalui koordinasi ini, Pemprov Sumbar berupaya memastikan seluruh tahapan—mulai dari tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi—berjalan akuntabel dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dukungan serta masukan dari BPK sangat dibutuhkan sebagai panduan bagi jajaran pemerintah daerah. Hal ini bertujuan agar program pemulihan pascabencana tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik (good governance), sehingga tidak muncul keraguan dalam mengambil langkah-langkah strategis di lapangan.

“Kami ingin bergerak cepat membantu masyarakat yang sedang kesulitan, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Kami tidak ingin kecepatan respons justru mengabaikan transparansi,” tambahnya.

Aspek Teknis dan Pengawasan
Selain membahas komitmen umum, pertemuan tersebut juga mendalami aspek teknis pengelolaan anggaran. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi mekanisme pelaksanaan kegiatan di daerah terdampak serta penguatan fungsi pengawasan internal selama masa pemulihan bencana hidrometeorologi.

Gubernur berharap sinergi yang kuat antara Pemprov Sumbar dan BPK dapat memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat sekaligus menjaga integritas birokrasi. Dalam pertemuan ini, Gubernur turut didampingi oleh Inspektur Daerah Provinsi Sumbar, Andri Yulika, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto.

Dengan pengawasan yang ketat dari BPK, Pemprov Sumbar optimis bahwa pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat pascabencana dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Samsat Payakumbuh Jadi Barometer Integritas Pelayanan Publik Sumbar

19 Januari 2026 - 23:42 WIB

Birokrasi Rasa Korporasi: RS Hewan Sumbar Kini Berstatus BLUD

19 Januari 2026 - 21:34 WIB

Surau Bambu Talang: Simbol Kemandirian Warga Padang Pascabencana Galodo

19 Januari 2026 - 21:26 WIB

Bupati Ketapang: Desa Harus Tetap Menyala Meski Anggaran Dipangkas

19 Januari 2026 - 20:03 WIB

Tambang Ilegal Sumbar Jadi WPR: Solusi Ekonomi atau Penertiban?

19 Januari 2026 - 17:15 WIB

Bukan Sekadar Fisik, Muhidi Jadikan Masjid Benteng Moral Remaja

19 Januari 2026 - 06:31 WIB

Trending di PEMDA