Menu

Mode Gelap
Korban Bencana Sumatra Capai 303 Jiwa, Sumut Paling Terdampak Akses Darurat dan Data Tunggal Kunci Penanganan Bencana Sumbar Dana Desa Tahap II Gagal Cair, Program Pembangunan Mangkrak 24 Desa Jember Masih Blank Spot, DPRD Desak Diskominfo Pengamanan Ketat Kawal Pencairan Dana Desa Tolikara Berjalan Lancar

EKBIS · 6 Nov 2025 15:34 WIB ·

Mahyeldi dan BPS Bahas Kinerja Ekonomi Sumbar Triwulan III: Pertanian dan Perdagangan Mendominasi


					Mahyeldi dan BPS Bahas Kinerja Ekonomi Sumbar Triwulan III: Pertanian dan Perdagangan Mendominasi Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Sugeng Arianto, beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur pada Kamis (6/11/2025). Audiensi ini fokus membahas capaian kinerja sektor unggulan di Sumatera Barat sepanjang triwulan III tahun 2025.

Berdasarkan laporan data dari BPS, diketahui bahwa sektor pertanian dan perdagangan tetap menjadi fondasi utama penopang pertumbuhan ekonomi daerah, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adib Alfikri, Plt Kepala Bappeda Sumbar Yudha Prima, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Novrial.

Pertanian dan Perdagangan Tumbuh Signifikan
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat peningkatan produksi yang signifikan. Khususnya pada komoditas peternakan, produksi telur dan daging ayam ras menunjukkan kenaikan yang cukup besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, sektor perkebunan juga memberikan kontribusi positif dengan meningkatnya produksi kelapa sawit, kopi, dan tembakau. Pertumbuhan di sektor primer ini menunjukkan potensi besar Sumber Daya Alam (SDA) Sumbar yang perlu dimaksimalkan.

Sementara itu, sektor Perdagangan juga membukukan tren positif. Peningkatan ini didorong oleh melonjaknya aktivitas perdagangan besar dan eceran, termasuk transaksi melalui saluran daring. Kenaikan aktivitas niaga ini turut disokong oleh bertambahnya pasokan barang, baik dari domestik maupun hasil impor.

Transportasi dan Pergudangan Alami Penurunan
Berbeda dengan sektor unggulan di atas, sektor Transportasi dan Pergudangan justru tercatat mengalami pelemahan. Data BPS menunjukkan penurunan jumlah penumpang dan angkutan barang via udara masing-masing sebesar 7,06% dan 0,94%. Penurunan ini juga diikuti oleh angkutan darat. Tren ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah agar tidak menjadi hambatan bagi pergerakan ekonomi di masa mendatang.

Strategi Relokasi Industri untuk Nilai Tambah Daerah
Dalam diskusi mendalam, Gubernur Mahyeldi memberikan penekanan pada perlunya memperkuat strategi ekspor dan relasi perdagangan antarwilayah. Hal ini bertujuan agar Sumatera Barat dapat memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan.

Gubernur juga menyoroti pentingnya langkah relokasi industri agar tidak terpusat di Kota Padang. Menurut Mahyeldi, sebagian industri sebaiknya diarahkan ke daerah-daerah yang kaya potensi bahan baku, seperti Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Kalau bisa, industri kita jangan semuanya terpusat di Padang. Sebagian sebaiknya diarahkan ke daerah yang punya potensi bahan baku supaya rantai pasoknya lebih efisien dan nilai tambahnya kembali ke daerah,” tegas Mahyeldi, menganjurkan pemerataan ekonomi.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala BPS Sugeng Arianto mengingatkan bahwa rencana relokasi industri harus dirancang dengan sangat matang. Sugeng mencontohkan kasus beberapa pabrik karet yang terpaksa menutup operasinya karena tingginya biaya logistik akibat jauhnya jarak antara perkebunan dan lokasi pabrik.

Meskipun demikian, Sugeng meyakinkan bahwa industri minyak sawit mentah (CPO) di Sumbar memiliki daya saing yang kuat. BPS mendorong investor untuk membangun industri di titik-titik strategis, terutama di daerah perbatasan, demi memastikan arus barang tetap mengarah ke Sumbar.

Pentingnya Akurasi Data dalam Kebijakan Pembangunan
Selain membahas capaian sektor unggulan, pertemuan ini juga menyinggung isu krusial mengenai pengelolaan dan pelaporan data ekonomi daerah. BPS berkomitmen penuh untuk memperkuat koordinasi dan memberikan pelatihan intensif bagi petugas data di seluruh perangkat daerah. Tujuannya adalah untuk menjamin pencatatan dan pelaporan data yang lebih akurat serta sesuai dengan standar nasional.

Di penghujung audiensi, Gubernur Mahyeldi menegaskan kembali bahwa validitas data memegang peranan vital sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran. “Kita perlu memastikan semua transaksi dan data ekonomi terekam dengan baik. Ini jadi dasar untuk mengambil kebijakan yang tepat,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati Minut Tawarkan Likupang ke Investor Global di Forum UCLG

4 Desember 2025 - 21:20 WIB

Ditemukan Hama, Bulog Tarik Seluruh Beras Bantuan di Jepara

4 Desember 2025 - 21:10 WIB

Inovasi Ecoprint Desa Bojong Cianjur Tembus Pasar Interior

22 November 2025 - 03:24 WIB

Modal Konsisten, Gadis Desa Rawaheng Raup Cuan Puluhan Juta

22 November 2025 - 02:04 WIB

Jagung Pipil Ciperna Subur: Bukti Nyata Ketahanan Pangan Prabowo

21 November 2025 - 11:14 WIB

APOKI Tetapkan Pengurus Inti, Siap Perkuat Industri Kelapa Nasional

20 November 2025 - 06:25 WIB

Trending di EKBIS