Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

SOSBUD · 9 Agu 2024 04:47 WIB ·

Mahyeldi Aktifkan “Alarm” Adat Lawan Krisis Asusila Sumbar


					Mahyeldi Aktifkan “Alarm” Adat Lawan Krisis Asusila Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Sumatera Barat sedang berada di titik balik untuk memulihkan martabat daerahnya. Gubernur Mahyeldi Ansharullah secara tegas menyerukan gerakan preventif total untuk memutus rantai kasus asusila yang kian mencoreng filosofi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Tidak hanya melalui jalur hukum, Pemprov Sumbar kini mengandalkan kekuatan kearifan lokal Minangkabau sebagai benteng pertahanan utama.

Dalam seminar di Auditorium Gubernuran, Kamis (18/8/2026), Mahyeldi mengungkapkan bahwa krisis moral ini merupakan masalah sosial kompleks yang memerlukan sinergi tanpa sekat. Ia menargetkan pengaktifan kembali peran tokoh agama, tokoh adat, dan cerdik pandai untuk menjaga moralitas lingkungan hingga ke level terkecil di masyarakat.

Pendidikan Seks Sejak Dini: Memecah Tabu
Salah satu langkah radikal yang diambil adalah memperkuat pendidikan seks di institusi pendidikan, termasuk pesantren. Pemerintah ingin memecah stigma tabu dengan memberikan edukasi tentang perlindungan bagian tubuh sensitif sejak dini. Anak-anak di Sumbar kini didorong untuk berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kekerasan seksual yang mereka temui atau alami.

“Anak-anak harus paham bahwa mereka punya hak atas perlindungan. Mereka tidak boleh diam jika mengalami pelecehan,” ujar Mahyeldi. Langkah ini akan didukung oleh sosialisasi masif melalui berbagai kanal, mulai dari konten video digital hingga materi khotbah Jumat di seluruh masjid.

Restorasi Nilai Tali Tigo Sapilin
Mahyeldi menekankan bahwa solusi masalah ini ada pada akar budaya sendiri. Ia mengajak masyarakat kembali pada konsep Tali Tigo Sapilin dan Tungku Tigo Sajarangan. Dengan mengembalikan fungsi pengawasan kepada tokoh masyarakat, diharapkan pengawasan sosial menjadi lebih ketat dan responsif.

“Kita harus memperkuat kembali peran tokoh masyarakat dalam menjaga nilai-nilai luhur kita,” tambahnya. Melalui integrasi pendidikan modern dan nilai adat, pemerintah optimis dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda Sumbar, sekaligus menekan angka kekerasan seksual secara signifikan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pawai 74 Nagari: Saat Budaya Jadi Napas Pembangunan

20 April 2026 - 21:17 WIB

Kebangkitan BKMT Sungai Limau: Dari Masjid Membangun Ekonomi Desa

19 April 2026 - 15:05 WIB

Satu Dekade Bobok Bumbung: Martabat Desa Lewat Bambu

19 April 2026 - 14:18 WIB

Siltap Langsung dari Pusat: PPDI Karangrejo Perkuat Barisan

18 April 2026 - 21:03 WIB

Silat Sumbar: Dari Nagari Menuju Panggung Olimpiade Dunia

13 April 2026 - 13:35 WIB

Sinergi Pers dan Aparat: Jaga Keamanan Parungpanjang Lewat Informasi

12 April 2026 - 21:12 WIB

Trending di SOSBUD