Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMDA · 9 Jan 2026 13:38 WIB ·

Lawan Bencana, Sumbar Andalkan Transparansi Data Rp31,8 Triliun


					Lawan Bencana, Sumbar Andalkan Transparansi Data Rp31,8 Triliun Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Di tengah duka akibat bencana hidrometeorologi yang melanda 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Sumbar mengambil langkah out of the box. Alih-alih hanya berkutat pada bantuan logistik konvensional, Gubernur Mahyeldi Ansharullah memperkenalkan Dashboard Satu Data Kebencanaan sebagai “panglima” dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dalam rapat koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian via Zoom pada Jumat (9/1/2026), Mahyeldi melaporkan total kerugian materiil mencapai angka fantastis, yakni Rp31,8 triliun. Dampak kemanusiaan pun sangat mendalam dengan 264 jiwa meninggal dunia, 72 orang hilang, dan ratusan ribu warga terdampak.

Transparansi Digital: Bukan Sekadar Angka
Inovasi yang mencuri perhatian Mendagri adalah situs dashboardbencana.sumbarprov.go.id. Mahyeldi menegaskan bahwa data akurat yang dapat diakses publik adalah kunci agar pemulihan tidak salah sasaran.

“Dasbor ini instrumen penting untuk memastikan kebijakan rehabilitasi berbasis data akurat. Dengan transparansi, proses penanganan bisa lebih cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Mahyeldi.

Sudut pandang ini mengubah paradigma penanganan bencana yang biasanya tertutup menjadi terbuka. Masyarakat kini bisa memantau langsung sejauh mana pemerintah bergerak, yang secara otomatis meminimalkan potensi penyimpangan anggaran di tengah situasi darurat.

Pujian Mendagri dan Fokus Infrastruktur Jalan
Mendagri Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan sistem pendataan Pemprov Sumbar. Menurutnya, integrasi data lintas sektor adalah kelemahan yang sering terjadi di daerah lain, namun Sumbar berhasil mengatasinya.

“Dasbor ini mempermudah koordinasi lintas sektor dan memastikan setiap tahapan termonitor dengan baik. Penggunaan anggaran pun menjadi lebih efektif dan akuntabel,” puji Tito.

Sebagai langkah konkret pascarapat, Mendagri menegaskan bahwa prioritas utama rehabilitasi akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur jalan. Akses transportasi yang lumpuh harus segera tersambung kembali agar denyut ekonomi warga tidak mati total, sementara perbaikan fasilitas lainnya akan dilakukan secara bertahap.

Dengan total 296.345 jiwa yang terdampak, sinergi antara data digital dan eksekusi lapangan ini diharapkan menjadi standar baru nasional dalam manajemen bencana yang modern dan jujur.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Samsat Payakumbuh Jadi Barometer Integritas Pelayanan Publik Sumbar

19 Januari 2026 - 23:42 WIB

Birokrasi Rasa Korporasi: RS Hewan Sumbar Kini Berstatus BLUD

19 Januari 2026 - 21:34 WIB

Surau Bambu Talang: Simbol Kemandirian Warga Padang Pascabencana Galodo

19 Januari 2026 - 21:26 WIB

Bupati Ketapang: Desa Harus Tetap Menyala Meski Anggaran Dipangkas

19 Januari 2026 - 20:03 WIB

Tambang Ilegal Sumbar Jadi WPR: Solusi Ekonomi atau Penertiban?

19 Januari 2026 - 17:15 WIB

Bukan Sekadar Fisik, Muhidi Jadikan Masjid Benteng Moral Remaja

19 Januari 2026 - 06:31 WIB

Trending di PEMDA