Tim SIKEBUT Kejari Tulangbawang Barat Petakan Masalah Krusial Penggunaan Dana Desa dan Aset Tiyuh
Tulangbawang Barat, Lampung [DESA MERDEKA] – Tim Program Sistem Kerja Bersama untuk Tiyuh (SIKEBUT) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, telah menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan monitoring, evaluasi, dan pembinaan Tiyuh tahap awal di seluruh kecamatan. Program yang dikenal sebagai Jaga Desa 2025 ini fokus utama pada inventarisasi masalah krusial, terutama terkait penggunaan Dana Desa (DD) dan tata kelola aset tanah Tiyuh.
Kegiatan penutup rangkaian ini berlangsung di Balai Tiyuh Mulya Sari, Kecamatan Gunung Agung, dan di Balai Tiyuh Agung Jaya, Kecamatan Way Kenanga, pada Selasa, 18 November 2025.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mochamad Iqbal melalui Kasi Intelijen, Ardi Herlian Syach, menjelaskan bahwa monitoring tahap awal ini bertujuan memetakan serta menginventarisasi berbagai persoalan krusial yang dihadapi Tiyuh sebelum dilanjutkan ke tahap pembinaan yang lebih spesifik.
Penggunaan Dana Desa dan Legalitas Aset Jadi Fokus Utama
Menurut Ardi Herlian Syach, hasil dari monitoring Tim SIKEBUT menunjukkan dua area permasalahan utama di tingkat Tiyuh.
“Berdasarkan hasil lapangan, tim telah memetakan beberapa masalah utama, meliputi penggunaan Dana Desa, termasuk efektivitas dan transparansi pengelolaan anggaran. Kemudian, terkait tata kelola aset tanah, permasalahan umumnya menyangkut legalitas dan pengelolaan aset Tiyuh,” jelas Ardi kepada awak media.
Tim SIKEBUT merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kejari, Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT), camat, dan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) kecamatan. Sasaran pembinaan ini adalah seluruh aparat Tiyuh, termasuk kepala Tiyuh, sekretaris, dan bendahara di setiap kecamatan yang dikunjungi.
Komitmen Kejari: Pengawasan Hingga Pemberian Solusi
Kajari Tubaba bersama Tim SIKEBUT berkomitmen bahwa Program Jaga Desa tidak hanya berhenti pada pengawasan dan inventarisasi masalah. Melainkan, kegiatan ini ditujukan untuk memberikan solusi dan pendampingan kepada aparat Tiyuh agar tata kelola pemerintahan desa berjalan optimal dan akuntabel di masa mendatang.
“Menyusul tuntasnya inventarisasi permasalahan ini, langkah selanjutnya adalah mengadakan rapat koordinasi lintas sektor untuk merumuskan formula pembinaan yang spesifik dan terarah dalam mengatasi setiap masalah yang telah dipetakan,” pungkas Ardi.
Tindak lanjut dari hasil tahap awal ini adalah koordinasi lintas sektor dan audit mendalam terhadap setiap permasalahan yang ditemukan. Komitmen Kejari Tubaba ini diharapkan mampu memastikan tata kelola desa yang lebih baik pada tahun mendatang, sehingga Dana Desa yang dikucurkan pemerintah benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Tubaba.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.