Padang Pariaman [DESA MERDEKA] – Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (HIPERMI) Padang Pariaman kembali berinovasi. Kali ini, mereka menjalin kerja sama dengan komunitas UMKM Madani Bangkit Padang Pariaman untuk memenuhi kebutuhan kelapa bagi produksi rendang pesanan jemaah haji tahun 2025.
Pertemuan antara kedua pihak berlangsung pada Senin (20/01/2025) di Lohong, Kecamatan Sungai Limau. Patriyanti Astuti dan Desmawati Helmi, pengurus HIPERMI Padang Pariaman, secara langsung menyampaikan kebutuhan akan 5.000 butir kelapa tua kepada H. Ali Akbar, Ketua UMKM Madani Bangkit Padang Pariaman.
“Kami sangat membutuhkan kelapa dalam jumlah yang cukup besar untuk memenuhi pesanan rendang ini. Harapannya, dengan kerja sama yang baik, kebutuhan ini dapat terpenuhi,” ujar Patriyanti Astuti atau yang akrab disapa Ipat.
H. Ali Akbar menyambut baik permintaan tersebut. Ia melihat peluang ini sebagai langkah nyata untuk meningkatkan pendapatan para petani kelapa di wilayah Padang Pariaman. “Ini kabar baik bagi petani kelapa kita. Harga kelapa saat ini cukup bagus, mencapai Rp6.500 per butir. Tentu saja, ini akan sangat membantu perekonomian mereka,” ungkapnya.
Namun, kendala muncul dalam proses pencarian kelapa. Banyak petani yang sudah memberikan panjar kepada pengepul lain.
Roli, seorang pengepul kelapa di Kecamatan Sungai Limau, menjelaskan, “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan Ibu Ipat. Namun, dibutuhkan kesabaran dan juga solusi yang saling menguntungkan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pinjaman kepada petani, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan HIPERMI.”
Kerja Sama Berkelanjutan
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas potensi kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Diharapkan, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan kelapa saat ini, tetapi juga dapat menjadi model kerja sama yang berkelanjutan untuk pengembangan UMKM di bidang kuliner.
Peninjauan Langsung ke Lokasi
Usai pertemuan, pengurus HIPERMI melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan kelapa milik warga di Lohong.
Mereka menyaksikan secara langsung proses pemanenan kelapa yang masih dilakukan secara tradisional dengan bantuan monyet (bahasa minang: Baruak).

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.