Menu

Mode Gelap
Korban Bencana Sumatra Capai 303 Jiwa, Sumut Paling Terdampak Akses Darurat dan Data Tunggal Kunci Penanganan Bencana Sumbar Dana Desa Tahap II Gagal Cair, Program Pembangunan Mangkrak 24 Desa Jember Masih Blank Spot, DPRD Desak Diskominfo Pengamanan Ketat Kawal Pencairan Dana Desa Tolikara Berjalan Lancar

EKBIS · 20 Jan 2025 21:37 WIB ·

HIPERMI dan UMKM Madani Bangkit Jalin Kerja Sama Sediakan 5.000 Butir Kelapa untuk Kebutuhan HIPERMI Sumbar


					HIPERMI dan UMKM Madani Bangkit Jalin Kerja Sama Sediakan 5.000 Butir Kelapa untuk Kebutuhan HIPERMI Sumbar Perbesar

HIPERMI dan UMKM Madani Bangkit Jalin Kerja Sama Sediakan 5.000 Butir Kelapa untuk Kebutuhan HIPERMI Sumbar

Padang Pariaman [DESA MERDEKA] – Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (HIPERMI) Padang Pariaman kembali berinovasi. Kali ini, mereka menjalin kerja sama dengan komunitas UMKM Madani Bangkit Padang Pariaman untuk memenuhi kebutuhan kelapa bagi produksi rendang pesanan jemaah haji tahun 2025.

Pertemuan antara kedua pihak berlangsung pada Senin (20/01/2025) di Lohong, Kecamatan Sungai Limau. Patriyanti Astuti dan Desmawati Helmi, pengurus HIPERMI Padang Pariaman, secara langsung menyampaikan kebutuhan akan 5.000 butir kelapa tua kepada H. Ali Akbar, Ketua UMKM Madani Bangkit Padang Pariaman.

“Kami sangat membutuhkan kelapa dalam jumlah yang cukup besar untuk memenuhi pesanan rendang ini. Harapannya, dengan kerja sama yang baik, kebutuhan ini dapat terpenuhi,” ujar Patriyanti Astuti atau yang akrab disapa Ipat.

H. Ali Akbar menyambut baik permintaan tersebut. Ia melihat peluang ini sebagai langkah nyata untuk meningkatkan pendapatan para petani kelapa di wilayah Padang Pariaman. “Ini kabar baik bagi petani kelapa kita. Harga kelapa saat ini cukup bagus, mencapai Rp6.500 per butir. Tentu saja, ini akan sangat membantu perekonomian mereka,” ungkapnya.

Namun, kendala muncul dalam proses pencarian kelapa. Banyak petani yang sudah memberikan panjar kepada pengepul lain.

Roli, seorang pengepul kelapa di Kecamatan Sungai Limau, menjelaskan, “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi permintaan Ibu Ipat. Namun, dibutuhkan kesabaran dan juga solusi yang saling menguntungkan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pinjaman kepada petani, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan HIPERMI.”

Kerja Sama Berkelanjutan

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas potensi kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Diharapkan, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan kelapa saat ini, tetapi juga dapat menjadi model kerja sama yang berkelanjutan untuk pengembangan UMKM di bidang kuliner.

Peninjauan Langsung ke Lokasi

Usai pertemuan, pengurus HIPERMI melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan kelapa milik warga di Lohong.

Mereka menyaksikan secara langsung proses pemanenan kelapa yang masih dilakukan secara tradisional dengan bantuan monyet (bahasa minang: Baruak).

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 169 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati Minut Tawarkan Likupang ke Investor Global di Forum UCLG

4 Desember 2025 - 21:20 WIB

Ditemukan Hama, Bulog Tarik Seluruh Beras Bantuan di Jepara

4 Desember 2025 - 21:10 WIB

Inovasi Ecoprint Desa Bojong Cianjur Tembus Pasar Interior

22 November 2025 - 03:24 WIB

Modal Konsisten, Gadis Desa Rawaheng Raup Cuan Puluhan Juta

22 November 2025 - 02:04 WIB

Jagung Pipil Ciperna Subur: Bukti Nyata Ketahanan Pangan Prabowo

21 November 2025 - 11:14 WIB

APOKI Tetapkan Pengurus Inti, Siap Perkuat Industri Kelapa Nasional

20 November 2025 - 06:25 WIB

Trending di EKBIS