Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

RAGAM · 16 Agu 2023 22:47 WIB ·

Gus Halim Tegaskan NU Berperan Penting Dalam Proses Kemerdekaan RI


 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menghadiri sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Konferensi Cabang 1 PCNU Kab. Talaud. Kamis (16/08/23). Dok. Sigit Purwanto/ Humas Kemendes Perbesar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menghadiri sekaligus memberikan arahan pada kegiatan Konferensi Cabang 1 PCNU Kab. Talaud. Kamis (16/08/23). Dok. Sigit Purwanto/ Humas Kemendes

Kepulauan Talaud (DESA MERDEKA) – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menjelaskan, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu Ormas Islam terbesar di dunia mempunyai peran strategis dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia.

Peran para ulama NU di masa lalu dalam memberi dukungan moral, pemikiran, dan menggerakkan umat muslim berperang melawan penjajah berbuah manis. Hingga kini 17 Agustus dinyatakan sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

“Indonesia ada seperti ini karena adanya Nahdlatul Ulama. Itu sudah terbukti sejarah, tidak bisa dipungkiri,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Halim itu dalam Konfercab ke-1 PCNU Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Rabu (16/8/2023).

Dia menyatakan bahwa Indonesia bukan negara Islam. Tetapi Indonesia adalah negara kedamaian.

“Itu (sebelum) Indonesia merdeka, karena apa? Karena NU menghargai pluralisme, perbedaan. Dan kita paham Indonesia punya banyak perbedaan dalam hal agama, suku, budaya,” ucapnya.

Gus Halim menerangkan, dalam perkembangan momen Kemerdekaan itu, Piagam Jakarta yang sempat menjadi rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengalami perubahan, bahkan kontroversi antara dua kelompok, yaitu kelompok Islam dan kelompok Timur.

Dalam isi Piagam Jakarta, lanjut Gus Halim, ada tujuh kata yang dihapus, yaitu ‘Dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.’

Penghapusan tujuh kalimat tersebut dari Pembukaan UUD 1945 terjadi pasca-proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, Mohammad Hatta didatangi oleh Laksamana Maeda, perwira angkatan laut Jepang.

Maeda menyampaikan ketidaksetujuan para tokoh Indonesia bagian Timur atas pemilihan kata-kata tersebut.

Sebab, hal ini berarti rumusan tersebut hanya berlaku bagi kaum Islam saja, tidak untuk pemeluk agama lain.

Mengatasi ketegangan itu, kata Gus Halim, ulama NU lantang mengusulkan penghapusan kalimat panjang itu, supaya diganti dengan Ketuhanan yang Maha Esa.

“NU tampil di depan atas restu Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Menghapus kalimat-kalimat panjang kemudian hanya Ketahanan yang Maha Esa,” ujar Gus Halim.

Dan hari ini, lanjut Gus Halim, Alhasil, tidak hanya masyarakat Indonesia Timur yang mampu menerima dengan lapang usai usulan itu ditetapkan.

Tetapi seluruh kelompok dan elemen bangsa Indonesia mengapresiasi dan mendukung pemilihan kata yang menaungi seluruh keyakinan umat beragama di nusantara.

“Ketika rumusannya seperti itu, teman-teman kita dari Indonesia Timur mengatakan, kalau itu yang dipakai saya ikut menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Kemendes PDTT

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

INTERVENSI SERENTAK PENCEGAHAN STUNTING DI CIKULUR

12 Juni 2024 - 12:03 WIB

Terbukti Langgar AD/ART dan Kode Etik, FORKI Malut Beroleh SP-Satu Dari KONI Malut

10 Juni 2024 - 21:00 WIB

Ajak jaga Keamanan Lingkungan, Polres Metro Bekas Laksanakan Kunjungan Ke Wilayah Hukum Polres Metro Bekasii

9 Juni 2024 - 11:34 WIB

Dukung Kiayi Aep, Milenial di Lebak Inginkan Lebak Melesat Berkemajuan

4 Juni 2024 - 19:01 WIB

Ketum dan Sekum Jalan Sendiri, Pengprov Perguruan dan Pengprov FORKI Malut Gelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov)

27 Mei 2024 - 07:18 WIB

Dipulangkan, Tim Karate Malut Urung Berlaga di Kejurnas Karate Antar PPLP PPLPD dan SKO 2024 di Manado

14 Mei 2024 - 18:50 WIB

Trending di RAGAM