Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Di tengah arus informasi yang kian deras, pers tetap berdiri kokoh sebagai instrumen vital dalam menjaga integritas negara. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa peran wartawan melampaui sekadar penyampai berita; mereka adalah garda terdepan sekaligus pengawal utama terciptanya pemerintahan yang bersih (clean government) di ranah Minang.
Pernyataan ini disampaikan Mahyeldi saat membuka Konferensi Luar Biasa (KLB) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat. Menurutnya, tanpa kehadiran pers yang kritis dan objektif, pilar demokrasi akan rapuh dalam mengawasi jalannya roda pembangunan.
“Wartawan adalah penjaga kehidupan berbangsa. Sebagai pilar keempat demokrasi, peran mereka sangat strategis untuk mengawal pemerintahan agar tetap berada pada jalur yang benar,” ungkap Mahyeldi dengan tegas.
Komitmen Perlindungan Kerja Jurnalistik
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga memastikan bahwa ruang gerak bagi jurnalis tetap terbuka lebar. Mahyeldi menjamin dukungan penuh terhadap setiap aktivitas jurnalistik yang dijalankan sesuai koridor hukum. Bagi Pemprov Sumbar, pers bukan hanya mitra publikasi, melainkan cermin untuk melakukan evaluasi kebijakan demi kemajuan daerah.
Dukungan ini dianggap sebagai bentuk investasi sosial untuk membangun Sumatera Barat yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan sinergi yang sehat antara pemerintah dan media, aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan lebih akurat dan tepat sasaran.
Era Baru PWI Sumatera Barat
Momentum KLB ini juga menandai babak baru bagi organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia tersebut. Dalam suasana yang demokratis dan lancar, Widya Nafis (Wakil Pemimpin Redaksi Harian Singgalang) resmi terpilih sebagai Ketua PWI Sumatera Barat yang baru.
Sementara itu, posisi Ketua Dewan Kehormatan Provinsi dipercayakan kepada Zul Effendi (Pemimpin Umum Harian Haluan). Kepemimpinan duet tokoh pers senior ini diharapkan mampu membawa PWI Sumbar menjadi organisasi yang lebih profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan disrupsi media di masa depan.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.