Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 21 Feb 2024 23:28 WIB ·

Gol A Gong Dorong Literasi Kreatif dari Pinggiran Ungaran


					Gol A Gong Dorong Literasi Kreatif dari Pinggiran Ungaran Perbesar

Ungaran, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Ruang literasi di tingkat lokal tidak boleh sekadar menjadi gudang penitipan buku. Tempat tersebut harus bertransformasi menjadi laboratorium kreativitas yang hidup dan menghidupkan masyarakat di sekitarnya.

Pesan kuat itulah yang dibawa oleh Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, saat menyambangi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Warung Pasinaon di Ungaran, Kabupaten Semarang. Dalam diskusi lesehan bertajuk “Literasi Kita, Kini dan Nanti”, pemilik nama asli Heri Hendrayana Harris ini menantang para penulis lokal untuk lebih produktif melahirkan karya nyata, bahkan yang bernilai ekonomi.

“Silakan menuliskan puisi dan resensi film atau buku ke golagongkreatif.com. Untuk cerpen dan puisi, saya beri honor,” ujar Gol A Gong di hadapan sekitar 30 pegiat literasi yang hadir. Tidak hanya itu, ia membuka jalur kolaborasi bersama SIP Publishing untuk menggelar pelatihan menulis fiksi mini yang nantinya akan dibukukan.

Langkah konkret ini menjadi angin segar bagi pembangunan SDM di daerah. Pria yang akrab disapa Kang Gong ini mengapresiasi penuh TBM Warung Pasinaon di bawah nakhoda Tirta Nursari. Baginya, TBM tersebut berhasil keluar dari pakem konvensional. Warung Pasinaon tidak an-sich melayani aktivitas baca dan pinjam buku, melainkan aktif menyelenggarakan workshop kepenulisan, kegiatan seni budaya, hingga diskusi berkala.

Suasana diskusi yang digelar secara sederhana tersebut justru melahirkan pemikiran-pemikiran out-of-the-box untuk masa depan literasi. Ruang diskusi menghangat dengan adanya parade baca puisi, donasi buku, hingga aksi melukis cepat oleh seniman Bambang Iss Wirya.

Momentum kunjungan ini juga ditandai dengan peluncuran buku antologi puisi berjudul “Andai Boleh Kupinta”. Menariknya, buku ini merupakan karya kolaborasi antara Tirta Nursari dan putranya, Taj Abbad Abdullah, yang saat ini masih duduk di bangku SMA. Kehadiran karya ini menjadi bukti hidup bahwa literasi yang digerakkan dari rumah dan komunitas mampu melahirkan generasi yang literat.

Tirta Nursari bersama Gol A Gong meluncur Buku Antologi Puisi “Andai Boleh Kupinta” karya Tirta dan putranya Taj Abbad Abdullah

Bagi Tirta Nursari, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah TBM Kabupaten Semarang, kedatangan Duta Baca Indonesia ke ruang kreatifnya terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Sebelumnya, komunitasnya baru saja mematangkan ekosistem lokal melalui diskusi tentang pentingnya riset.

“Ini seperti gayung bersambut dan menjadi mood booster bagi kami. Kehadiran Duta Baca Indonesia ke sini tentu sangat menyemangati kami untuk terus bergerak,” pungkas Tirta. Kunjungan ini menegaskan bahwa penguatan literasi masyarakat tidak melulu soal fasilitas mewah, melainkan tentang konsistensi merawat ruang gerak kreatif di tingkat akar rumput.

(SetyoH)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 155 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Trending di PENDIDIKAN