Menu

Mode Gelap
Banjir dan Tanah Longsor Telan 33 Penambang Emas Ilegal Suwawa Layanan Jantung Intervensi RSUD M. Natsir Di Solok Diresmikan DPRD Kalteng Dorong Pengembangan Ekonomi Desa Melalui Sektor Pertanian Kompleks dan Kerajinan Tangan Minyak Atsiri Sumbar Melangkah Maju: Putra Daerah Dirikan PT Alam Anugerah Esensi (Arsens) Tingkatkan Nilai AKIP, Pemkab Banyuasin Konsultasi dengan Kementerian PANRB

RAGAM · 8 Jul 2024 01:35 WIB ·

Festival Banjoemas Kota Lama Ditutup dengan Ruwat Sukerta


 Festival Banjoemas Kota Lama Ditutup dengan Ruwat Sukerta Perbesar

Banyumas (DESA MERDEKA) – Festival Banjoemas Kota Lama yang diselenggarakan oleh Pemkab Banyumas sejak Jumat, 5 Juli 2024, ditutup dengan acara Ruwat Sukerta pada Minggu, 7 Juli 2024. Acara ini berlangsung di Halaman Bale Adipati Mrapat, Kawasan Banjoemas Kota Lama, Kecamatan Banyumas, dan diikuti oleh 18 peserta yang masuk kategori sukerta, termasuk ontang anting, tunggak aren, pancuran kapit sendang, kedhana kedhini, dan kelungse.

Pj Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro, menyatakan bahwa acara tersebut adalah bagian dari rangkaian tiga hari event budaya di Kota Lama Banyumas. Menurutnya, kegiatan ini merupakan warisan budaya dari leluhur yang harus dilestarikan.

“Ini merupakan rangkaian tiga hari event budaya di Kota Lama Banyumas. Hari ini kita akan melaksanakan ruwat untuk menghilangkan Sukerta. Ini merupakan warisan nilai budaya dari leluhur yang harus kita lestarikan. Mudah-mudahan ini menjadi event budaya tahunan yang bisa mengangkat pariwisata di Banyumas,” ujarnya.

Dalam prosesi ruwat, peserta membalut diri dengan kain putih setelah sebelumnya dimandikan dengan kembang setaman. Prosesi dilanjutkan dengan upacara potong rambut dan sungkeman untuk memohon doa restu kepada orangtua. Selama prosesi, peserta diiringi oleh penari dari Sanggar Tari Panjimas Banyumas yang menampilkan tari Murwo Kolo.

“Murwo Kolo adalah tari ruwatan untuk membuang Sukerta atau kesukaran dalam hidup. Kami menampilkan tari yang diiringi musik rebana, dengan lirik permohonan kepada Tuhan untuk kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan dalam hidup,” jelas Pembina Sanggar Tari Panjimas Banyumas, Suyati.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Fendi Rudianto, menambahkan bahwa Ruwat Sukerta adalah puncak acara Festival Banjoemas Kota Lama. Selama festival, pengunjung dapat berbincang mengenai budaya Banyumasan, menyaksikan pementasan seni dan atraksi budaya dari 12 desa penyangga Kawasan Banyumas Kota Lama, serta menikmati pameran UMKM dan Tour Banjoemas Kota Lama yang menampilkan bangunan bersejarah bergaya kolonial, Tionghoa, dan Jawa.

“Ruwat Sukerta adalah puncak acara. Ini merupakan ritual budaya untuk membuang sial atau sengkala dengan tradisi khusus. Tahun ini, yang diruwat sebanyak 18 orang, termasuk tiga peserta dari luar kota yaitu Temanggung,” katanya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Maninjau Bangun Masjid Ar-Rahim dan Asrama Putri untuk Generasi Qur’ani

10 Juli 2024 - 13:45 WIB

WIES 2025: Peluang Besar bagi Industri Halal Sumatera Barat Mendunia!

10 Juli 2024 - 13:12 WIB

Perbaikan Jalan Nasional Lembah Anai Dikebut, Ditargetkan Selesai Juli 2024

10 Juli 2024 - 11:39 WIB

Semarak Kemerdekaan di Ranah Minang: 40 Kegiatan Siap Digelar Pemprov Sumbar

9 Juli 2024 - 11:04 WIB

Dorong BUMDesa Ekspor Anggrek, Gus Halim Temui Menteri LHK Siti Nurbaya

8 Juli 2024 - 18:44 WIB

Kandang/Tandang #2: Los Future Hadirkan Perpaduan Seni Elektronik, Diskusi, dan Pesta di Semarang

5 Juli 2024 - 22:16 WIB

Trending di RAGAM