Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 7 Jan 2026 14:43 WIB ·

DPRD Sumbar Pacu Rekonstruksi Bencana Sebelum Hujan Maret Datang


					DPRD Sumbar Pacu Rekonstruksi Bencana Sebelum Hujan Maret Datang Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang beradu cepat dengan siklus cuaca untuk memulihkan dampak banjir dan longsor. Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) ditargetkan rampung pada 8 Januari 2026 agar perbaikan infrastruktur di seluruh wilayah terdampak bisa langsung dikerjakan.

Strategi ini diambil berdasarkan analisis BMKG yang memprediksi intensitas hujan pada Januari hingga Februari akan relatif ringan. Periode dua bulan ini dianggap sebagai “momentum emas” untuk mengebut pengerjaan fisik sarana publik, seperti sekolah dan jalan, sebelum curah hujan kembali meningkat drastis pada Maret dan April mendatang.

Akurasi Data: Warga Diminta Proaktif
Salah satu poin krusial dalam percepatan ini adalah validitas data penerima bantuan. Muhidi mengimbau warga terdampak yang merasa belum terdata agar segera melapor kepada petugas di lapangan. Akurasi data ini akan menentukan seberapa efisien alokasi bantuan dan pengerjaan fisik di lapangan.

“Pelaksanaan perbaikan fisik sarana publik harus disesuaikan dengan prakiraan cuaca. Kita tidak ingin pengerjaan teknis di lapangan terkendala atau justru rusak kembali karena dihantam hujan tinggi saat proses pembangunan,” ujar Muhidi saat diwawancarai, Rabu (7/1/2026).

Integrasi Anggaran dan Target 2026
Implementasi R3P tidak akan berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat. DPRD Sumbar bersama Forkopimda juga tengah memetakan dukungan finansial, baik yang bersumber dari APBD maupun sumbangan pihak ketiga atau donatur.

Langkah taktis ini dilakukan agar seluruh infrastruktur vital yang rusak dapat berfungsi kembali secara normal sebelum memasuki puncak musim penghujan pada akhir tahun 2026. Muhidi menekankan bahwa sinergi lintas sektoral adalah kunci agar pemulihan pascabencana kali ini tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan tahan terhadap tantangan cuaca ekstrem di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Era Baru Karate Malut: SK PB FORKI Terbit, Ahmad Assagaf Siap Bidik Prestasi Internasional

19 Januari 2026 - 19:31 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 16: Festival Lembah Pusako

19 Januari 2026 - 08:12 WIB

Wabup Sambas Kukuhkan 11 Kades: Jangan Terbuai Perpanjangan Jabatan

19 Januari 2026 - 07:48 WIB

Desa Kauman: Bukan Superman, Tapi Superteam Digital Bojonegoro

18 Januari 2026 - 15:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 15: Menjaga Alam, Menjaga Budaya

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Kedaulatan Data: Langkah Cirebon Akhiri Drama Bansos Salah Sasaran

17 Januari 2026 - 09:08 WIB

Trending di RAGAM