Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

JALAN JAJAN · 28 Mei 2023 13:44 WIB ·

Diback Up ITB, 4 Desa di Magetan Berbenah Jelang Kejuaraan Paralayang se-ASEAN


 Diback Up ITB, 4 Desa di Magetan Berbenah Jelang Kejuaraan Paralayang se-ASEAN Perbesar

Magetan (DESA MERDEKA) – Empat desa di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yakni Desa Ngunut, Desa Trosono, Desa Bungkuk, dan Desa Sayutan, didampingi oleh tim khusus dari ITB, jelang keempat desa tersebut menjadi tuan rumah dalam ajang kejuaraan paralayang se-ASEAN yang akan dilaksanakan Agustus 2023 mendatang.

“Saya berharap dengan kedatangan ITB ini mampu membantu kami untuk lebih siap, serta masyarakat menerima banyak manfaat dengan adanya event paralayang tahun ini,” ucap Sauji, Kepala Desa Ngunut.

Tim ITB yang diwakili oleh Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan-ITB, P-P2Par melakukan survei Pengabdian masyarakat, ke Desa Ngunut, Desa Trosono, Desa Bungkuk dan Desa Sayutan, termasuk meninjau langsung lokasi yang menjadi landasan take-off dan beberapa titik landing paralayang. Selain itu, juga dilakukan FGD bersama perangkat desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengevaluasi pelaksanaan event paralayang tahun lalu, serta rencana yang akan dilakukan desa dalam rangka kejuaraan paralayang tahun ini.

Simpulannya, alam yang dimiliki oleh keempat desa sangat berpotensi untuk dijadikan daya tarik wisata. Kendala utama yang ditemukan, yakni masyarakat, termasuk perangkat desa, kurang percaya diri dalam menyambut wisatawan dan atlet paralayang di desa mereka. Selain itu, beberapa bentuk fasilitas pendukung pariwisata masih kurang.

“Sebaiknya kita berangkat dari apa yang kita punya, bukan dari apa yang kita tidak punya. Kita optimalkan potensi desa ini, jangan malah fokus dengan kekurangannya,” ungkap Abadi Raksapati, Ketua P-P2Par ITB, saat menanggapi rasa kurang percaya diri para perangkat desa.

Tim P-2Par mengusulkan beberapa hal untuk perbaikan, beberapa di antaranya berupa pelatihan homestay; pemberian signage multilanguage pada homestay dan beberapa titik lokasi yang menjadi daya tarik wisata; memproduksi souvenir dan makanan/minuman yang mencirikan khas daerah; serta pembuatan alur dan paket wisata bagi para wisatawan maupun atlet paralayang yang berkunjung.

Kunjungan awal ini akan dilanjutkan dengan kunjungan kedua yang dilaksanakan Juli 2023 mendatang

 

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gus Halim Dukung Pemanfaatan Potensi Desa untuk Desa Wisata

28 Agustus 2023 - 05:49 WIB

Ragam Atraksi Budaya di Festival Desa Wisata Cikolelet 2023, Catat Tanggalnya!

8 Agustus 2023 - 20:20 WIB

Pasangan Suami Istri Asal Purbalingga Bersepeda ke Makkah untuk Menunaikan Ibadah Haji

13 Juli 2023 - 15:00 WIB

Mengintip Pesona Wisata Wayang Kulit Ala Desa Sidowarno

28 Mei 2023 - 19:48 WIB

Hanya 3 Km Dari Denpasar, Desa Ini Sukses Bertengger di 75 Besar ADWI 2023

24 Mei 2023 - 20:49 WIB

Kaltara Tetapkan Lima Desa Wisata Unggulan

23 Mei 2023 - 20:31 WIB

Trending di JALAN JAJAN