Menu

Mode Gelap
Persidei Siap Tempur di Liga 4 Papua Tengah, Optimis Raih Prestasi AKPERSI Usut Dugaan Perampasan Lahan oleh PTPN IV, Bawa Bukti ke Kejagung Dharmasraya Kembangkan 52 Produk Unggulan dengan Program Nagari Tematik 11 Desa di PALI Terendam Banjir, Polisi Siaga Evakuasi dan Koordinasi Bantuan Program Sejahtera dari Desa Lombok Barat: Bukan Bagi Uang, Tapi Pengembangan Potensi Desa

SDGs DESA · 20 Agu 2024 10:28 WIB ·

Dari Desa, Memimpin Jalan Menuju Pertanian Berkelanjutan


					Dari Desa, Memimpin Jalan Menuju Pertanian Berkelanjutan Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Sebuah gerakan yang berkembang menuju pertanian berkelanjutan sedang berakar di masyarakat pedesaan, ketika para pemimpin lokal dan petani menerima praktik pertanian alami. Individu seperti Kang Iman dan Mas Panudi mempelopori upaya ini, menginspirasi tetangga mereka untuk mengadopsi metode budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Pertanian alami, yang meminimalkan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis, menawarkan solusi yang menjanjikan untuk tantangan yang ditimbulkan oleh pertanian konvensional. Dengan mempromosikan keanekaragaman hayati, meningkatkan kesehatan tanah, dan mengurangi limpasan kimia, pertanian alami berkontribusi pada ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Kang Iman, seorang warga Banyumas, telah berperan penting dalam mempromosikan pertanian alami melalui program pertanian alami desanya. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah pendirian suaka burung hantu tikus. Dengan meningkatkan populasi burung hantu tikus, predator alami tikus, Kang Iman telah membantu mengurangi kerusakan tanaman akibat hama.

Mas Panudi, pemimpin lokal lainnya, sedang berupaya mengubah pola pikir petani di komunitasnya. Dia telah menyelenggarakan lokakarya dan demonstrasi untuk mendidik petani tentang manfaat pertanian alami dan memberi mereka alat dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk beralih ke praktik yang lebih berkelanjutan.

Dalam diskusi cakap SDGs Desa episode 357, terungkap bahwa pemerintah desa juga memainkan peran penting dalam mendukung upaya ini. Dengan mengalokasikan dana untuk inisiatif pertanian alami, menyediakan bantuan teknis, dan menciptakan kebijakan yang mendorong pertanian berkelanjutan, pemerintah desa dapat membantu menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Namun, transisi ke pertanian alami tidak tanpa tantangan. Petani menghadapi hambatan seperti mengubah praktik pertanian mereka yang sudah lama, mencari input organik yang terjangkau, dan menangani hama dan penyakit. Selain itu, manfaat ekonomi jangka pendek dari pertanian alami mungkin tidak sejelas manfaat pertanian konvensional.

Terlepas dari tantangan ini, ada momentum yang berkembang di balik gerakan pertanian alami. Ketika semakin banyak komunitas mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan, kita dapat menantikan masa depan di mana makanan diproduksi dengan cara yang sehat dan ramah lingkungan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ruang Cakap SDGs Desa Tutup, Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan Desa Digital

25 Desember 2024 - 10:51 WIB

Jejak Positif Ruang Cakap SDGs Desa Setelah 444 Episode

24 Desember 2024 - 16:16 WIB

Pemerintah Desa Didorong Maksimalkan Pengelolaan Dana Desa dengan Siskudes Versi Terbaru

13 Desember 2024 - 08:24 WIB

Pentingnya Penetapan APBDes Sebelum Akhir Tahun untuk Pembangunan Desa yang Berkelanjutan

28 Oktober 2024 - 09:25 WIB

Desa Diminta Optimalkan Penyusunan RAPBDes untuk Pembangunan Berkualitas

28 Oktober 2024 - 08:26 WIB

Buku Putih TPP: Inisiatif Baru untuk Perkuat Pendampingan Desa

23 Oktober 2024 - 08:36 WIB

Trending di SDGs DESA