Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

LINGKUNGAN · 9 Agu 2023 21:19 WIB ·

Cegah Karhutla, Kades se-Tabalong Diminta Membuat Surat Ini


 Cegah Karhutla, Kades se-Tabalong Diminta Membuat Surat Ini Perbesar

Tabalong (DESA MERDEKA)-   Kepala Desa yang berada di wilayah Kabupaten Tabalong diminta untuk membuat surat pernyataan untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Saya minta Kepala Desa membuat semacam surat pernyataan tegas untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di desa masing-masing,” kata H Anang Syakhfiani, Bupati Tabalong, ketika memberikan sambutan dalam apel kesiapsiagaan cegah Karhutla di Lapangan PT Pertamina Tanjung Field Kecamatan Murung Pudak, Rabu (9/8/2023).

Adapun pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Anang meminta juga turut bersama Kepala Desa menandatangani surat pernyataan tersebut.

“Surat pernyataan tersebut supaya nanti ditandatangani bersama-sama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pernyataan tegas untuk mencegah terjadinya Karhutla,” jelas Anang.

Lanjutnya, Kepala Desa juga akan melakukan sosialisasi kepada warganya agar pada masing-masing wilayah menjadi 0 Karhutla selama dua bulan.

“Dengan cara tersebut nanti ada tanggung jawab kolektif dari kita bersama,” katanya.

Melalui antisipasi tersebut, Anang berharap dapat mempertegas kesiapsiagaan, sehingga dapat memperkuat sinergitas, kolaborasi, serta komitmen dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Bumi Saraba Kawa.

Berdasarkan data BMKG, pada 1 Mei lalu mulai Kawasan Timur Indonesia, diselimuti ultraviolet sinar matahari kategori berbahaya dan ekstrem, yang meluas hingga Kalimantan dan Sumatera. Cuaca panas dan di musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada pertengahan bulan Mei hingga Agustus dan September, sangat rawan memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Fenomena ini mengharuskan kita, untuk mewaspadai secepat dan sedini mungkin,” tegasnya.

Anang Syakhfiani juga turut meminta kepada seluruh stakeholder terkait agar dapat memperkuat pencegahan seperti melakukan pemetaan wilayah rawan Karhutla.

“Lakukan pemetaan wilayah-wilayah rawan Karhutla. Pantau terus keberadaan dan potensi-potensi titik api, baik melalui aplikasi maupun patroli langsung ke lapangan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PAC Pemuda Pancasila Pebayuran Bagikan Takjil

29 Maret 2024 - 18:38 WIB

Peduli Pelestarian Alam Ansor Banser Gajah Tanam 500 Pohon Pule

9 Maret 2024 - 18:48 WIB

Komitmen Selamatkan 20.000 Jiwa, Polres Banyuasin Musnahkan Barang Narkotika

16 Januari 2024 - 13:44 WIB

Sinergritas DLH kabupaten Malang , Pemdes dan KSM desa Sitiarjo untuk lingkungan hidup

10 Januari 2024 - 14:06 WIB

Kisah Sukses Zailani dan Bukit Asam Budidaya Tanaman Berbasis Otomasi

31 Oktober 2023 - 17:30 WIB

DPRD Kabupaten PALI Mediasi Antara PT GBS  dan EMAB, Ini Hasilnya

24 Oktober 2023 - 21:41 WIB

Trending di LINGKUNGAN