Kudus, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Bupati Kudus, Hartopo, mengirimkan pesan keras kepada jajaran birokrasinya untuk segera meninggalkan zona nyaman. Saat melantik empat pejabat administrator di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (3/1), Hartopo menegaskan bahwa rotasi jabatan kali ini adalah upaya untuk “membunuh” kejenuhan rutinitas yang sering kali menghambat kecepatan pelayanan publik.
Menurut Hartopo, perombakan posisi ini bukan sekadar seremoni pindah kursi, melainkan strategi untuk memicu lahirnya inovasi segar. Ia menekankan bahwa masyarakat Kudus membutuhkan solusi kreatif, bukan sekadar kerja administratif yang monoton.
“Rotasi ini langkah strategis untuk menghadirkan inovasi baru. Saya minta pejabat yang dilantik jangan terjebak dalam rutinitas. Berikan yang terbaik dan teruslah berupaya melakukan lompatan kinerja,” tegas Hartopo di depan para terlantik.
Darah Baru di Sektor Pelayanan Vital
Penyegaran kali ini menyasar posisi-posisi strategis yang bersentuhan langsung dengan data penduduk, kepegawaian, hingga ekonomi kerakyatan. Empat pejabat yang kini mengemban tanggung jawab baru tersebut adalah:
- Tulus Tri Yatmika (Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Kudus)
- Rofiq Fachri (Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kudus)
- Putut Winarno (Sekretaris BKPP Kabupaten Kudus)
- Agus Sumarsono (Kabid Koperasi dan UKM pada Disnaker Perinkop UKM Kudus)
Keempatnya ditantang untuk segera beradaptasi dan membawa ide-ide “angin segar” yang mampu menjawab dinamika kebutuhan masyarakat yang kian kompleks.
Harmonisasi: Kunci Menghadapi Tantangan 2026
Selain menuntut kreativitas, Hartopo memberikan catatan khusus mengenai integritas dan loyalitas. Ia menyoroti bahwa sering kali program pemerintah terhambat bukan karena kurangnya anggaran, melainkan buruknya komunikasi internal. Oleh karena itu, ia meminta para pejabat baru untuk menjaga harmonisasi di lingkungan kerja masing-masing.
“Saya ingin ASN di Kudus semakin solid. Komunikasi yang tersumbat harus dibuka agar program pemerintah berjalan lancar tanpa kendala ego sektoral,” tambahnya.
Langkah Hartopo ini menjadi sinyal bahwa Pemkab Kudus sedang melakukan akselerasi kinerja. Dengan rotasi ini, para pejabat baru dituntut bekerja efektif dan efisien, membuktikan bahwa jabatan administrator adalah mesin penggerak, bukan sekadar pelengkap struktur organisasi. Tantangan ke depan dipastikan tidak mudah, namun dengan integritas dan kedisiplinan, Hartopo optimis pelayanan publik di Kudus akan semakin berkualitas.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.