Pemprov Jatim Angkat BUMDes Jadi Fokus Utama, Dukung Pangan dan Ekonomi Desa
Surabaya, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menjadikan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai salah satu prioritas utama untuk memperkuat fondasi ekonomi dan ketahanan pangan di tingkat desa. Fokus ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jatim, Budi Sarwoto, dalam acara kick-off Program dan Pelatihan Mitra Klinik BUMDesa Jatim di Surabaya, Kamis (13/3/2025).
Budi Sarwoto menjelaskan bahwa strategi Pemprov Jatim berpusat pada program BUMDesa Sigap, yang memiliki tiga pilar kegiatan utama: mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), melakukan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta membangun cadangan pangan desa melalui inisiatif rukun pangan BUMDesa. Langkah ini menunjukkan peran BUMDesa kini telah meluas, tidak hanya sebatas penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai pilar ketahanan sosial pangan daerah.
BUMDesa Kian Kuat, Berkontribusi di Program Strategis
Data terbaru per 31 Desember 2024 dari Desa Center Jawa Timur menunjukkan pesatnya perkembangan BUMDesa. Saat ini, tercatat ada 6.756 BUMDesa dan 11.251 unit usaha BUMDesa aktif di seluruh Jawa Timur. Selain itu, terdapat 413 BUMDesa Bersama (BUMDesma) yang telah memiliki status berbadan hukum, menandakan peningkatan tata kelola dan profesionalisme.
Beberapa BUMDesa telah menunjukkan kontribusi nyata dalam program strategis Pemprov Jatim, terutama dalam mendukung MBG. Tujuh BUMDesa, termasuk BUMDesma Plandaan Lestari LKD dan BUMDesma Lancar Abadi LKD (keduanya dari Jombang), serta BUMDesa Tambakrejo (Jombang), telah berpartisipasi aktif dalam penyediaan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis tersebut. Keterlibatan ini membuktikan kemampuan BUMDesa dalam menyalurkan produk lokal skala besar dan menjaga stabilitas harga.
Dukungan Modal dan Teknologi Masif dari Pemprov
Untuk menjamin keberlanjutan sektor ketahanan pangan, Pemprov Jatim memberikan dukungan yang komprehensif. Dukungan ini mencakup beberapa aspek krusial, mulai dari akses permodalan, bantuan alat dan teknologi pertanian modern, hingga pembinaan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial dan teknis BUMDesa.
Sejak tahun 2020 hingga 2025, Pemprov Jatim telah menyalurkan stimulan usaha yang signifikan, mencapai Rp78,96 miliar kepada 940 BUMDesa. Selain itu, sejak 2021 hingga 2025, sebanyak 538 Desa Mandiri di Jatim juga menerima stimulus senilai Rp53,8 miliar. Suntikan modal dan fasilitas ini menjadi kunci keberhasilan BUMDesa dalam mengembangkan unit usaha produktif mereka.
Lebih dari sekadar penyaluran dana, Pemprov Jatim juga mengambil peran sebagai penghubung aktif antara BUMDesa dengan berbagai pihak eksternal, mulai dari sektor swasta, BUMN, hingga lembaga non-pemerintah. Peran bridging ini bertujuan menjalin kerja sama strategis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa di Jawa Timur.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.