Kepulauan Meranti, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] – Di saat sebagian besar orang menganggap pembukaan lahan dengan api sebagai cara instan, Babinsa Koramil 06/Merbau justru melihatnya sebagai ancaman bagi “paru-paru” desa. Peltu Nababan dan Koptu Ricko kini lebih sering terlihat menyusuri semak dan lahan gambut di Desa Mekar Delima, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, bukan untuk sekadar menyapa, melainkan memastikan tidak ada asap yang mencuri oksigen warga.
Patroli rutin ini bukan sekadar tugas administratif. Ini adalah upaya preventif radikal untuk mengubah pola pikir masyarakat yang masih tergiur membakar lahan demi alasan ekonomi jangka pendek. Babinsa menegaskan bahwa satu percikan api di lahan gambut Meranti bukan hanya soal kebakaran, melainkan bencana kesehatan dan ekosistem yang bisa melumpuhkan aktivitas desa selama berbulan-bulan.
Edukasi sebagai Senjata Utama
“Kami sedang bertaruh dengan waktu dan kebiasaan lama. Membakar lahan mungkin terlihat mudah, tapi dampaknya bagi kesehatan dan ekonomi sangat menghancurkan. Itulah mengapa edukasi melalui komunikasi sosial (komsos) menjadi senjata utama kami,” ujar Peltu Nababan, Jumat (9/1/2026).
Strategi yang diterapkan Babinsa kali ini cukup unik. Mereka tidak hanya melarang, tetapi mengajak warga berdialog mengenai dampak ekonomi jika akses transportasi terputus akibat kabut asap atau jika lahan produktif mereka justru ikut ludes karena api yang tak terkendali. Pencegahan, menurut mereka, adalah investasi yang jauh lebih murah daripada operasi pemadaman yang memakan biaya miliaran rupiah.
Membangun Sistem Keamanan Mandiri
Sinergi yang dibangun bukan lagi bersifat top-down. Babinsa mendorong Desa Mekar Delima untuk memiliki sistem pengawasan mandiri. Warga diminta menjadi “mata dan telinga” di setiap sudut lahan rawan. Pesannya jelas: setiap kepulan asap mencurigakan harus dilaporkan sebelum berubah menjadi bencana.
Edukasi teknis juga diberikan, mulai dari cara menangani titik api kecil secara swadaya hingga prosedur pelaporan cepat kepada petugas. Targetnya, warga tidak lagi pasif menunggu bantuan, tetapi memiliki kesiapsiagaan sebagai garda terdepan pelindung lingkungan.
Melalui langkah konsisten ini, Koramil 06/Merbau berharap Desa Mekar Delima bisa bertransformasi menjadi role model desa tangguh api di Kepulauan Meranti. Dengan ekosistem yang terjaga, masa depan ekonomi dan kesehatan generasi mendatang di tanah gambut ini dapat tetap terjamin.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.