Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Momentum emosional mewarnai rapat staf pimpinan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada Sabtu (1/2/2026). Wakil Gubernur Audy Joinaldy secara resmi berpamitan setelah menuntaskan masa baktinya. Namun, Audy menegaskan sebuah pesan penting: berakhirnya masa jabatan bukanlah akhir dari kontribusinya bagi Ranah Minang.
Dalam pidato perpisahan yang sarat makna, sosok yang akrab disapa “Milenial Agrobisnis” ini menekankan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang dampak, bukan tentang kursi kekuasaan. “Kepemimpinan bukan hanya soal posisi dan jabatan, melainkan tentang kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya akan tetap berkontribusi untuk Sumatera Barat, meskipun tidak lagi berada di dalam pemerintahan,” tegas Audy di hadapan jajaran staf Pemprov Sumbar.
Duet Harmonis Mahyeldi-Audy
Sejak memenangkan mandat pada Pilkada 2020, duet Mahyeldi dan Audy dikenal sebagai salah satu pasangan kepala daerah paling harmonis. Audy mengenang kembali perjalanan panjangnya mendampingi Gubernur Mahyeldi sebagai sekolah kehidupan yang luar biasa.
Gubernur Mahyeldi pun membalas pernyataan tersebut dengan apresiasi mendalam. Baginya, Audy bukan sekadar wakil, melainkan mitra strategis yang melengkapi visi pembangunan daerah. “Sesungguhnya saya dan Pak Audy tidak akan pernah berpisah. Mungkin secara pemerintahan iya, tapi dalam banyak hal lain, hubungan kami tidak akan terpisahkan,” ungkap Mahyeldi dengan nada haru.
Warisan Pembangunan dan Harapan Berlanjut
Selama menjabat, Audy Joinaldy dikenal sangat progresif dalam mendorong sektor infrastruktur, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Ia berhasil membawa perspektif baru yang lebih modern dalam birokrasi Sumatera Barat.
Beberapa catatan penting yang ditinggalkan Audy meliputi:
- Akselerasi Wisata: Mendorong promosi pariwisata berbasis komunitas dan digital.
- Pemberdayaan Masyarakat: Fokus pada penguatan UMKM dan sektor agrobisnis yang menjadi keahliannya.
- Visi Masa Depan: Mengajak masyarakat untuk tetap bersatu mendukung keberlanjutan program strategis daerah.
Audy menutup masa jabatannya dengan optimisme tinggi. Ia meyakini bahwa pondasi yang telah dibangun bersama Mahyeldi akan membawa Sumatera Barat menjadi provinsi yang lebih berdaya saing di masa depan. Perpisahan ini bukanlah tanda “berhenti”, melainkan transisi peran Audy dari seorang pejabat menjadi tokoh masyarakat yang tetap peduli pada kemajuan daerahnya.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.