Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

SOSBUD · 15 Mei 2024 19:20 WIB ·

Akibat Perubahan Iklim, Tantangan Petani Dalam Berbudidaya Rumput Laut


 Akibat Perubahan Iklim, Tantangan Petani Dalam Berbudidaya Rumput Laut Perbesar

DESA MERDEKA (Butta Toa Bantaeng) : Rumput laut merupakan tumbuhan laut yang tergolong dalam makroalaga benthik yang banyak hidup dan melekat di dasar perairan. Pada umumnya rumput laut dapat di temukan dibeberapa tempat di sulawesi Selatan diantaranya Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba yang secara formal telah banyak di budidayakan. Tumbuhan ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup, tetapi apa daya jika perubahan iklim terjadi secara tiba-tiba..?

Peralihan cuaca yang mencolok di antara dua periode tertentu setiap tahunnya di wilayah beriklim, menurut situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Indonesia mengalami perubahan iklim jangka panjang dalam suhu dan pola cuaca tertentu. Perubahan iklim terjadi secara alami melalui variasi siklus matahari. PBB dalam hal ini mengungkapkan sejak tahun 1800-an aktivitas manusia telah menjadi penyebab utama perubahan iklim tersebut, terutama diakibatkan pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak maupun gas.

Diskusi Petani Rumput Laut Bersama Saukang

Pada selasa 14/5/2024 Lembaga Sahabat Konservasi Lingkungan (SAUKANG) dengan program Pendampingannya pada Petani di wilayah Pesisir DAS BALANTIENG melaksanakan kegiatan Diskusi Kampung yang bertemakan Mengenali Tantangan dan Kerugian Dalam Pembudidayaan Rumput Laut Akibat Perubahan Iklim berlokasi di Lingkungan Babana Kelurahan Dannuang Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba untuk menghimpun imformasi yang dialami para petani akibat adanya perubahan iklim. Dalam pertemuan tersebut SAUKANG menghadirkan sejumlah Petani yang berasal dari 3 Desa/Kelurahan, masing-masing Desa Garanta, Manjalling dan Kelurahan dannuang. Adapun peserta dari petani sebanyak 16 orang serta 2 orang penyuluh kecamatan dari perikanan dan kelautan

Sebelum diskusi Ketua SAUKANG terlebih dahulu menjelaskan dalam sepatah kata terkait program untuk untuk selanjutnya paparkan oleh tamu undangan dalam Sambutannya, Dua penyuluh mengawali sambutan tersebut berikutnya oleh Lurah Dannuang sekaligus membuka acara. Dari kata sambutan para peserta yang hadir mereka mengpresiasi dan mengucapkan terimakasi kepada SAUKANG selaku penyelenggara karena perhatiannya mendampingi petani yang ada di kelurahan Dannuang dan dua Desa lainnya, Guntur selaku koordinator mengharapkan petani mampu memahami petani dan memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya dalam peningkatan kapasitas untuk sebuah kesejahteraan.

Diskusi yang dibagi 3 ship agar lebih mudah dipahami oleh yang hadir, pertama Tantangan dan kerugian budidaya rumput laut akibat perubahan iklim, kedua faktor dan Gejala perubahan iklim, dan yang Ketiga membahas solusi yang harus dilakukan petani dalam mengatasi perubahan iklim yang terjadi, di ship ini Petani sepakat dan berharap adanya penanaman mangrove dan melarang untuk membuang sampah plastik di aliran sungai dan di daerah pesisir serta tidak melakukan penebangan pohon, mengecam keberadaan industri karet yang membuang limbahnya kealiran sungai. Mereka kompak melakukan bersih-bersih pantai setiap saat, menjaga ekosistim penyeimbang lingkungan, mendorong pemerintah melalui kebijakan untuk memperbaiki sarana infrastruktur, penggunaan sarana prasarana budidaya rumput laut yang ramah lingkungan dan melakukan adaptasi dan mitigasi atas perubahan iklim yang jadi pemicu.

Statemen dan closing disampaikan oleh koordinator di akhir acara yaitu bersama membangun kesadaran dan komitmen untuk menjaga lingkungan wilayah pesisir agar tetap lestari sehingga pembudidayaan rumput laut khususnya di tiga tempat dimaksud tetap terjaga serta berkelanjutan untuk anak-anak kita kedepan

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aktifitas Cabor Karate Vakum Karena Kinerja Buruk Pengprov FORKI Malut, M. Said Hanafi Didesak Mundur dari Jabatan Ketua

29 Maret 2024 - 14:45 WIB

Dusun Biringere Desa Pattaneteang, Menjadi pilot Proyek Kampung Zakat, 33 Orang Mustahiq Mendapatkan Sentuhan Baznas

25 Januari 2024 - 19:58 WIB

Kapolres Banyuasin Pimpin Langsung Binrohtal Personel Polres

11 Januari 2024 - 13:34 WIB

7.000 Warga Purbalingga Lakukan Longmarch Dan Galang Dana Sebagai Wujud Solidaritas Untuk Palestina Untuk Palestina

3 November 2023 - 22:00 WIB

Karang Taruna Naragere Adobala Gelar Aneka Kegiatan Mengisi Bulan Bahasa dan Songsong Hari Sumpah Pemuda 2023

23 Oktober 2023 - 21:31 WIB

Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan

17 Oktober 2023 - 13:24 WIB

Trending di SOSBUD