Banyuasin, Sumatera Selatan [DESA MERDEKA] – Ketika banyak orang terjebak dalam hiruk-pikuk seremoni formal di kota besar, Desa Lubuk Karet di Kecamatan Betung justru membuktikan bahwa nasionalisme paling murni tumbuh dari akar rumput. Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Karang Taruna sukses menyulap Gedung Serbaguna desa menjadi pusat kegembiraan dalam malam puncak perayaan HUT ke-78 RI, Sabtu (19/08/2023) malam.
Acara ini bukan sekadar ajang pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. Lebih dari itu, malam puncak ini menjadi ruang konsolidasi sosial bagi ribuan warga yang tumpah ruah merayakan kemerdekaan dengan cara mereka sendiri: sederhana namun sarat makna.

Kolaborasi Tanpa Sekat di Akar Rumput
Kesuksesan rangkaian acara ini lahir dari sinergi yang solid. Ketua Panitia, Imam Al Arif, yang didampingi Ketua Karang Taruna Lubuk Karet, Tungki Ari Wibowo, S.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dukungan penuh Pemdes. Menurut mereka, keterlibatan aktif para pemuda menunjukkan bahwa Karang Taruna bukan sekadar organisasi formal, melainkan motor penggerak inovasi di desa.
Kepala Desa Lubuk Karet, Ali Azwan, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah milik kolektif. Ia tidak hanya memuji kinerja panitia, tetapi juga memberikan penghormatan khusus bagi para donatur dan setiap elemen masyarakat yang berkontribusi, baik secara materi maupun tenaga.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan sukses. Saya ucapkan ribuan terima kasih kepada donatur, panitia, Karang Taruna, perangkat desa, BPD, dan seluruh masyarakat Lubuk Karet yang telah bahu-membahu,” ungkap Ali Azwan di hadapan ribuan warga.

Simbol Keharmonisan Sosial
Malam penutupan ini menjadi potret nyata keberagaman desa yang harmonis. Hadir dalam acara tersebut berbagai lapisan tokoh, mulai dari jajaran BPD, tokoh agama, hingga organisasi pencak silat PSHT. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan adalah tali pengikat yang mampu menyatukan berbagai kelompok kepentingan di desa.
Dengan berakhirnya acara ini, Desa Lubuk Karet tidak hanya meninggalkan catatan daftar pemenang lomba, tetapi juga mewariskan semangat gotong royong yang semakin erat. Inilah wajah asli Indonesia: di mana kemerdekaan dirayakan dengan rasa kekeluargaan yang kental di setiap sudut desa.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.