Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 19 Agu 2023 21:32 WIB ·

Pulang Kampung, Sarjana Muda Ubah Pattaneteang Jadi Lautan Merdeka


					Pulang Kampung, Sarjana Muda Ubah Pattaneteang Jadi Lautan Merdeka Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Selama puluhan tahun, gema Proklamasi 17 Agustus sering kali hanya terdengar sayup-sayup di pelosok Desa Pattaneteang, Kabupaten Bantaeng. Namun, di usia Republik yang ke-78, narasi itu berubah total. Desa yang dulunya sunyi kini pecah dalam kemeriahan “Pesta Merdeka Pattaneteang”, sebuah gerakan akar rumput yang digerakkan oleh tangan dingin seorang sarjana muda. Pesta rakyat ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya warga dari empat dusun berkumpul di satu titik, yakni di Sport Centre Pattaneteang—sebuah fasilitas yang lahir dari aspirasi anak-anak desa tiga tahun silam.

Isma: Sang Pemantik di Balik Layar

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari sosok Ismatul Khaerat, S.Sos. Remaja putri kelahiran 2001 ini baru saja menanggalkan status mahasiswanya di Makassar bulan lalu. Alih-alih menetap di kota, ia pulang untuk “mendesain” ulang semangat nasionalisme di tanah kelahirannya. “Saya berpikir bagaimana cara menyatukan potensi teman-teman di desa. Tanpa kolaborasi, ini mustahil,” ujar Isma. Melalui grup WhatsApp “Pelaksanaan Pattaneteang HUT RI” dan aksi door-to-door mendatangi pemuda setempat, Isma berhasil membentuk tim kerja beranggotakan 41 orang yang solid.

Lomba yang Mengedukasi, Bukan Sekadar Hadiah

Pemerintah Desa Pattaneteang menyambut inisiatif ini dengan mengucurkan anggaran sekitar Rp20 juta (setelah pajak). Anggaran tersebut dialokasikan secara transparan untuk seragam panitia, konsumsi, hingga hadiah bagi para juara. Berbeda dengan lomba konvensional, Pesta Merdeka ini menyisipkan misi edukasi. Selain lomba makan kerupuk yang menghibur, terdapat kompetisi menulis esai bertajuk “Generasi Indonesia di Masa Kini” untuk anak-anak. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap kekhawatiran memudarnya wawasan kebangsaan di tingkat desa. Kepala Desa Pattaneteang, Lukman, SKM, dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan. “Mari saling bergandeng tangan, bukan saling memukul. Saling mengajak, bukan mengejek. Ini adalah wujud syukur kita sebagai bangsa yang berdaulat,” tegasnya di hadapan ratusan ibu-ibu majelis taklim dan kader PKK yang memadati lokasi.

Memulihkan Karakter Bangsa dari Desa

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari sejak Sabtu (19/8) ini menjadi oase di tengah fenomena menurunnya pemahaman nilai-nilai Pancasila di era digital. Pattaneteang membuktikan bahwa pendidikan wawasan kebangsaan paling efektif bukan lewat ceramah kaku, melainkan melalui kegembiraan kolektif yang mendidik. Melalui gerakan yang dipelopori pemuda seperti Isma, Desa Pattaneteang kini tidak lagi hanya menjadi penonton upacara di layar kaca, tetapi pelaku aktif dalam merawat kemerdekaan yang telah ditebus dengan darah dan air mata para pahlawan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warung Desa Dikepung Hoaks Deepfake, Warga Diminta Waspada

31 Juli 2026 - 13:11 WIB

Ratusan Warga Sindangsari Antusias Kawal Pilkades Digital 2026

30 Juli 2026 - 19:16 WIB

Menatap Garis Koordinat: Lompatan Sains Spasial dari Pesisir Pringgabaya

30 Juli 2026 - 18:18 WIB

Diantar Ratusan Warga, Tita Komala Mantap Lanjutkan Pengabdian

30 Juli 2026 - 16:25 WIB

Beban Berat Calon Perangkat Desa Akibat Setoran Jabatan

30 Juli 2026 - 08:53 WIB

Garis Batas RI–Timor Leste: Saat Dana Desa Menantang Maut Sekolah

30 Juli 2026 - 07:53 WIB

Trending di DESA