Kritik pedas Dr. Sholikin Ruslie terkait anggaran seragam DPRD Jombang senilai Rp470 juta yang dinilai mengabaikan kondisi ekonomi rakyat.
JOMBANG, Jawa Timur [Desa Merdeka] – Di tengah himpitan ekonomi yang membuat napas rakyat kian sesak, kabar mengenai pengadaan seragam anggota DPRD Jombang senilai hampir setengah miliar rupiah memicu gelombang kritik. Pakar Hukum sekaligus Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Sholikin Ruslie, S.H., M.H., angkat bicara dengan nada keras saat ditemui awak media di sebuah warung kopi di Jombang, Jumat (12/3/2026).
Menurutnya, anggaran sebesar Rp470.250.000 untuk atribut fisik para wakil rakyat adalah potret nyata hilangnya sense of crisis di tingkat legislatif dan eksekutif. Sholikin menekankan bahwa hukum seharusnya bekerja untuk memanusiakan manusia, bukan sekadar menjadi tameng administratif untuk menghamburkan uang pajak.
”Hukum itu intinya memanusiakan. Jika dewan itu manusia, pasti punya perasaan melihat keadaan ekonomi saat ini. Tidak cukup berbicara hak tanpa memperhatikan keadaan. Artinya, hukum tidak bekerja pada ruang hampa,” tegas Sholikin.
Wibawa Tak Sebanding dengan Jas Baru
Ruslie menepis anggapan bahwa wibawa anggota dewan bergantung pada seragam mahal. Baginya, kewibawaan lahir dari kinerja dan keberpihakan pada rakyat, bukan dari tampilan luar seperti pakaian, kendaraan, atau rumah mewah.
Ia mendesak agar Badan Anggaran (Banggar) segera melakukan efisiensi. “Sangat ada ruang untuk mengalihkan dana ini. Hal-hal yang tidak terlalu penting seperti seragam wajib dialihkan ke sektor yang lebih mendesak bagi rakyat,” imbuhnya.
Celah Transparansi Vendor Luar Daerah
Lebih lanjut, ia menyoroti proses lelang yang dimenangkan oleh vendor dari luar daerah. Hal ini dinilai mempersulit publik dalam melakukan kontrol dan penelusuran. Menurut Sholikin, transparansi di atas kertas seringkali berbeda dengan kenyataan di lapangan yang rawan dikondisikan.
”Banggar harus cerdas menjaga perasaan publik. Pangkas anggaran yang tidak penting, alihkan ke yang lebih krusial. Rakyat bukan pengemis kebenaran, mereka adalah pemilik kedaulatan,” pungkasnya menutup pembicaraan.(*)



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.