Garut, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Presidium Pemekaran Wilayah Garut Selatan (Garsel) dan para kepala desa di wilayah calon daerah otonomi baru (CDOB) sepakat menetapkan Kecamatan Mekarmukti sebagai calon ibu kota Kabupaten Garsel. Keputusan ini diambil untuk menepis wacana pemindahan ibu kota ke kecamatan lain seperti Cikelet atau Pakenjeng.
Ketua Presidium Garsel, Gunawan Undang, menyatakan bahwa penetapan Mekarmukti didasarkan pada hasil kajian LEMLIT Unpad tahun 2007. Kajian tersebut menilai beberapa indikator seperti ketersediaan lahan, tata ruang, keamanan bencana, dan potensi air baku. Mekarmukti memperoleh skor tertinggi dibandingkan calon lokasi lain.
“Kami berkumpul dan sepakat bahwa calon ibu kota CDOB Garsel tetap di Mekarmukti,” ujar Gunawan Undang, Selasa (18/3/2025).
Kesepakatan ini dicapai dalam musyawarah antara Presidium Garsel, pengurus Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Wilayah Garut Selatan, dan 15 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Apdesi se-Garut Selatan di Masjid Al-Jabar, Desa Karangwangi, Mekarmukti, Senin (17/3/2025).
Lahan untuk ibu kota direncanakan berasal dari hibah 129 kepala desa se-Garsel dan bantuan putra daerah. Usulan anggaran juga akan diajukan melalui APBD Kabupaten Garut. Di lokasi tersebut, Tugu Nol Kilometer Garsel akan dibangun, yang juga berfungsi sebagai lampu suar nelayan dan objek wisata.
Koordinator Apdesi Garsel, Dedin Misludin, menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. “Lokasi ibu kota CDOB Kabupaten Garsel tidak akan diubah, tetap di Desa Karangwangi, Mekarmukti,” tegasnya. Pemindahan lokasi akan memakan waktu, biaya, dan kajian ulang.
Kepala Desa Karangwangi, Agus Ruspendi, mendukung penuh keputusan ini. Ia telah menyediakan lahan 10 hektare di Blok Pilar, Desa Karangwangi, sebagai bentuk tanggung jawab dan kebutuhan masyarakat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.