Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 16 Mar 2025 08:24 WIB ·

210 Ribu Orang Dilatih Kelola Koperasi Desa Merah Putih, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa


					210 Ribu Orang Dilatih Kelola Koperasi Desa Merah Putih, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Pemerintah Indonesia akan melatih 210 ribu orang dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengatasi ketimpangan ekonomi antara kota dan desa.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa program ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi petani dan warga desa dari sistem ekonomi yang tidak adil.

“Pak Prabowo memiliki perhatian besar terhadap koperasi dan rakyat. Ide pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini adalah wujud nyata komitmen beliau,” ujar Budi Arie saat acara Buka Puasa Bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Program Koperasi Desa Merah Putih dirancang untuk mengatasi masalah ekonomi pedesaan, termasuk praktik tengkulak dan rentenir yang merugikan masyarakat. Budi Arie menjelaskan bahwa 70 ribu koperasi desa akan dibentuk, dengan masing-masing dikelola oleh tiga orang, sehingga total 210 ribu orang akan dilatih.

“Kami membutuhkan kerja sama dengan Kadin untuk menyukseskan program ini,” tambahnya.

Program ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan ekstrem di desa yang saat ini mencapai 3 juta orang. Koperasi desa diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung target Indonesia Emas 2045.

“Koperasi adalah wujud demokrasi ekonomi yang dapat menyejahterakan rakyat dan mengangkat ekonomi dari kemiskinan,” tegas Budi Arie.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak dapat hanya bertumpu pada perkotaan, tetapi juga harus melibatkan desa sebagai kekuatan utama. Saat ini, kontribusi ekonomi nasional didominasi oleh kota sebesar 85 persen, sementara desa hanya 15 persen, padahal 91 persen wilayah Indonesia adalah desa.

“Kami berharap komposisi ini dapat diperbaiki agar kemajuan Indonesia dirasakan oleh seluruh rakyat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Trending di EKBIS