Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

IPTEK · 11 Mar 2025 19:51 WIB ·

CELIOS: Swasembada Pangan Semu Rusak Lingkungan, Ekonomi Restoratif Solusi Nyata untuk Desa


					CELIOS: Swasembada Pangan Semu Rusak Lingkungan, Ekonomi Restoratif Solusi Nyata untuk Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti kebijakan swasembada pangan yang seringkali berujung pada kerusakan lingkungan dan pengabaian masyarakat lokal. Laporan terbaru CELIOS berjudul “Membangun Ekonomi Restoratif di Desa: Solusi Melawan Janji Semu Swasembada” mengungkap potensi besar ekonomi restoratif sebagai solusi alternatif.

CELIOS mengidentifikasi 23.472 desa di Indonesia memiliki potensi restoratif tinggi, menandakan ekosistem kuat yang memerlukan pengelolaan bijak. Namun, 95,40 persen desa masih minim inisiatif dalam mendukung agenda ekonomi restoratif.

“Kebijakan swasembada pangan seringkali melahirkan swasembada semu, merusak lingkungan, dan tidak berpihak pada masyarakat serta komoditas lokal. Program food estate contohnya, gagal karena mengabaikan aspek ekologis, sosial, dan ekonomi,” ujar Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, Selasa (2/4).

Penelitian CELIOS menunjukkan 14 provinsi berpotensi menjadi pionir ekonomi restoratif dengan komoditas unggulan seperti karet, palawija, dan perikanan tangkap. Sayangnya, 56,65 persen desa tidak memiliki mata air, dan banyak desa berbatasan dengan laut atau kawasan hutan, mengindikasikan risiko kerusakan ekosistem yang tinggi.

CELIOS juga menyoroti 23.653 desa yang menghadapi masalah serius akibat praktik ekonomi merusak. “Ekonomi restoratif hadir dengan mendahulukan restorasi lingkungan, diikuti pengelolaan potensi ekonomi desa yang berdampingan dengan alam,” jelas Peneliti CELIOS, Jaya Darmawan.

Peneliti CELIOS, Galau D Muhammad, menambahkan, “Program swasembada nasional saat ini hanya simbolik. Ekonomi restoratif menawarkan kemandirian ekonomi melalui pemulihan ekosistem dan kearifan lokal.”

CELIOS menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat lokal, dan swasta untuk mengembangkan ekonomi restoratif. Dengan lebih dari 85 persen masyarakat bergantung pada sektor alam, ekonomi restoratif menjadi kunci keseimbangan ekonomi dan lingkungan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Trending di IPTEK